NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Sengatan tawon vespa mengancam warga Kota Angin. Dalam semalam, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk harus turun tangan melakukan dua operasi tangkap tawon (OTT) di dua kecamatan.
Operasi pertama dilakukan di Kelurahan Warujayeng, Kecamatan Tanjunganom setelah petugas menerima laporan dari warga sekitar pukul 19.54 WIB.
Pelapor atas nama Abdilah Mazi, 23, melaporkan keberadaan sarang tawon Vespa affinis di bagian atap rumahnya. Petugas dari Pos Bantu Tanjunganom langsung diberangkatkan dan berhasil mengevakuasi sarang tersebut.
Sesaat kemudian, petugas kembali menerima laporan kedua sekitar pukul 20.00 WIB. Kali ini laporan datang dari Kardiman, 59, warga Desa Ringinanom, Kecamatan Nganjuk. Sarang tawon ditemukan berada di bawah atap bagian atap rumah, posisi yang dinilai sangat membahayakan aktivitas penghuni rumah maupun warga sekitar.
Untuk lokasi ini, Damkarmat menurunkan personel siaga Pos mako dengan dukungan satu unit mobil operasional.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk Imam Ashari mengingatkan, masyarakat agar tidak bertindak sendiri saat menemukan sarang tawon. Penanganan mandiri dinilai berisiko tinggi.
"Keberadaan sarang tawon di rumah warga sangat berisiko, apalagi jika dekat dengan aktivitas sehari-hari. Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan evakuasi mandiri dan segera melapor ke Damkarmat,” ujarnya.
Baca Juga: Petugas Damkar di Nganjuk: Padamkan Api, Tangkap Ular, hingga Ambil Rapor
Dalam dua OTT tersebut, dipastikan tidak ada korban jiwa maupun luka. Seluruh sarang berhasil dievakuasi dengan aman dan lokasi telah dinyatakan steril.
Frekuensi laporan serupa disebut mulai meningkat seiring perubahan cuaca dan musim hujan, di mana tawon kerap bersarang di atap rumah dan pepohonan sekitar permukiman. (nov/tyo)
Editor : Miko