NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Warga Desa Balongrejo, Kecamatan Berbek gempar kemarin. Rumpun bambu di belakang rumah milik Samidi, 75, warga setempat terbakar. Api berkobar membuat warga panik. Sehingga, mereka segera menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk untuk memadamkan api.
Beruntung, kobaran api tidak sempat merembet ke rumah maupun bangunan lain di sekitarnya. Berdasarkan laporan Damkarmat, laporan kebakaran diterima pada pukul 08.30 WIB.
Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Imam Ashari menjelaskan, kebakaran bermula saat korban membersihkan sampah di belakang rumah. Sampah tersebut kemudian dibakar di dekat rumpun bambu.
Setelah api dinyalakan, korban masuk ke dalam rumah dan meninggalkan lokasi pembakaran. Tanpa disadari, api terus membesar dan merambat ke rumpun bambu yang berada di sekitarnya. “Api berasal dari pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan. Karena lokasi pembakaran berdekatan dengan rumpun bambu yang mudah terbakar, api dengan cepat merambat,” jelas Imam.
Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh warga sekitar yang melihat kobaran api mulai membesar. Salah seorang warga kemudian menghubungi petugas Damkarmat sehingga proses pemadaman dapat segera dilakukan.
Menurut Imam, kondisi cuaca yang cerah membuat material bambu dalam kondisi kering sehingga mudah terbakar. Beruntung, respons cepat petugas dan warga berhasil mencegah api menjalar ke permukiman.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material juga relatif kecil karena api hanya membakar rumpun bambu dan berhasil dipadamkan sebelum meluas.
Imam mengingatkan masyarakat agar tidak meninggalkan api menyala saat melakukan pembakaran sampah maupun pembakaran lahan. Apalagi, saat ini musim kemarau. Daun, bambu, dan semak kering sangat mudah terbakar. (nov/tyo)
Editor : rekian