Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah

Telat 3 Detik, 1 Tewas dan Lansia Alami Kritis

Novanda Nirwana • Sabtu, 11 Juli 2026 | 17:41 WIB
TAK BERBENTUK: Petugas menunjukkan truk boks J&T yang dikemudikan Tabah Nur Arriski rusak berat setelah ditabrak Kereta Api Logawa di perlintasan KA Bagor Kulon (9/7). (novanda nirwana/jprk)
TAK BERBENTUK: Petugas menunjukkan truk boks J&T yang dikemudikan Tabah Nur Arriski rusak berat setelah ditabrak Kereta Api Logawa di perlintasan KA Bagor Kulon (9/7). (novanda nirwana/jprk)

 

Kecelakaan Maut di Perlintasan KA Bagor Kulon 

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk- Kecelakaan kereta api di perlintasan berpalang pintu dan ada penjaga di Desa Bagor Kulon, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk pada Kamis (9/7) adalah yang pertama kali. Hal ini membuat Polres Nganjuk melakukan penyelidikan intensif. Karena saat Kereta Api Logawa dengan lokomotif CC 2039818 jurusan Banyuwangi-Purwokerto yang melaju dari arah timur, palang pintu perlintasan kereta api belum tertutup. Akibatnya, kereta api menghantam truk boks J&T bernopol L 9417 CL yang dikemudikan Tabah Nur Arriski, 21, warga Madiun. Bruakkk…! Truk boks langsung ringsek tak berbentuk. Tabah meninggal dunia.  

Apesnya, saat kejadian ada sepeda motor Honda Supra AG 3530 XA yang dikendarai Djamiran, 64, warga Desa Mancon, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk berada di belakang truk. Sepeda motor itu tertimpa dan Djamiran terluka parah. Hingga kemarin, kondisinya masih kritis di rumah sakit. 

“Korban dirawat intensif di RSUD Nganjuk,” ujar Kasatlantas Polres Nganjuk AKP Afandy Dwi Takdir melalui Kanit Gakkum Satlantas Polres Nganjuk Ipda Wahby Irfan Izzudin.

Menurut Wahby, polisi masih melakukan penyelidikan terkait dugaan keterlambatan penutupan palang pintu selama tiga detik. Kasus ini ditangani Unit Reskrim Polsek Bagor. Sejumlah saksi dan barang bukti dikumpulkan untuk memastikan penyebab kecelakaan kereta api dengan truk boks tersebut.

Selama proses evakuasi, arus kendaraan di sekitar lokasi sempat macet. Karena evakuasi korban dan truk dilakukan. 

Sementara itu, Manajer Humas KAI Daop 7 Madiun Tohari mengatakan, kecelakaan di perlintasan kereta api itu membuat enam perjalanan kereta api mengalami keterlambatan. KA Ranggajati terlambat 131 menit, Argo Semeru 99 menit, Argo Wilis 58 menit, Logawa diperkirakan terlambat 192 menit, Brantas 92 menit, serta Jayakarta 79 menit. “KAI juga memberikan service recovery kepada penumpang yang terdampak keterlambatan,” ujarnya.

Tohari mengingatkan, kepada seluruh pengguna jalan untuk selalu berhenti, melihat ke kiri dan kanan, memastikan tidak ada kereta yang melintas saat akan melintas di perlintasan kereta api. Selain itu, pengguna jalan juga harus mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang guna menghindari kecelakaan serupa. (nov/tyo)

Editor : rekian
#J&T #tabrak kereta api #KA Logawa #kereta api #kecelakaan