NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kebakaran yang terjadi di Gunung Wilis terus meluas. Hingga kemarin siang (17/9), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Nganjuk mencatat ada 24 titik panas yang berada di Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan.
Kepala BMKG Nganjuk Iwan Setiawan mengatakan, sejak kebakaran awal pada Rabu pagi (16/9), jumlah titik panas yang ditemukan di Nganjuk terus bertambah.
Baca Juga: Puncak Gunung Wilis di Nganjuk Kembali Terbakar
“Sebelumnya hanya delapan titik panas di Ngliman. Sekarang jumlahnya bertambah menjadi 24 titik panas,” ujarnya sembari mengatakan titik-titik panas yang berada di Kabupaten Ponorogo mulai berkurang.
Lalu apa yang menjadikan kebakaran di Gunung Wilis semakin meluas? Menanggapi pertanyaan itu, Iwan mengatakan kebakaran yang meluas di Gunung Wilis disebabkan oleh beberapa faktor.
Baca Juga: Satu Jam dari Nganjuk, Hutan Pinus Plapar di Kediri Ini Tawarkan Pesona Alam Lereng Gunung Wilis
Faktor utamanya adalah angin kencang yang bertiup ke arah selatan dengan kecepatan 6 Kilometer (Km) per jam. Kebakaran juga diperparah dengan banyaknya tanaman kering di puncak Gunung Wilis.
“Angin yang berembus ke arah Selatan membuat kebakaran semakin meluas di wilayah Nganjuk,” tambahnya.
Baca Juga: Puncak Gunung Wilis Dilalap Si Jago Merah
Menanggapi kejadian itu, Wakil Bupati Nganjuk Trihandy Cahyo Saputro langsung terjun ke lapangan pada Rabu malam (16/9).
Orang nomor dua di Kabupaten Nganjuk itu langsung melakukan pemantauan pada kondisi Gunung Wilis yang sedang terbakar.
Baca Juga: Menelusuri Pesona Roro Kuning Nganjuk, Wisata Alam di Lereng Gunung Wilis yang Sarat Legenda
Hasilnya, menurut pria yang akrab disapa Mas Handy, kebakaran yang terjadi di Gunung Wilis harus segera diatasi.
Oleh karena itu, sejak kemarin (17/9), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk langsung mengerahkan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) untuk melakukan pemadaman.
Baca Juga: Menelusuri Pesona Roro Kuning Nganjuk, Wisata Alam di Lereng Gunung Wilis yang Sarat Legenda
Mulai dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nganjuk, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk, hingga Dinas Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Nganjuk.
“Jarak antara lokasi kebakaran dan pemukiman cukup jauh. Yakni, sekitar 15 kilometer,” ujarnya.
Baca Juga: Air Terjun Dolo Kediri: Pesona Alam Pegunungan Wilis yang Menyegarkan, Cocok untuk Liburan!
Meski jauh, Mas Handy tak mau menganggap kebakaran yang terjadi di Desa Ngliman itu sebagai hal yang sepele. Saat ini proses pemadaman sedang dikebut bersama masyarakat sekitar. Dengan harapan agar kebakaran tidak meluas hingga menyebabkan kerusakan hutan yang lebih parah.
“Pemadaman juga terkendala akses yang sulit. Petugas hanya bisa melakukan pemadaman di waktu pagi hingga sore,” tandasnya.
Editor : rekian