Terkepung Jurang Curam, Sisa Api di Puncak Wilis Terus Diburu
Upaya menjinakkan kebakaran hutan di atap Gunung Wilis kini berkejaran dengan rintangan alam. Dinding tebing yang terjal dan jurang-jurang menganga menjadi penghalang utama regu pemadam di garis depan.
Hingga Minggu pagi (20/9), dua titik api terpantau masih bertahan di punggungan puncak dan belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.
Menembus Jurang dengan Sekat Manual
Operasi pemadaman di medan ekstrem ini telah berlangsung maraton sejak Jumat (18/9). Sebanyak 400 personel gabungan dikerahkan mendaki lereng untuk memutus rantai api.
Kepala Pelaksana BPBD Nganjuk, Sutomo, mengungkapkan bahwa tim dibagi ke dalam empat regu strategis. Karena mesin pemadam mustahil menembus puncak berbatu, petugas mengandalkan cara manual: mencangkul dan membabat habis semak kering untuk menciptakan sekat bakar (firebreak).
Tantangannya kian berlipat saat lidah api bersarang di tepi jurang curam. Menjangkau titik tersebut secara langsung membawa risiko besar bagi keselamatan tim di ketinggian.
Berkah Hujan Lokal di Lereng Ngliman
Kendati terkendala akses jurang, kerja keras ratusan relawan di lapangan membuahkan hasil nyata. Dari mulanya terdeteksi sekitar 20 titik api, kini sebarannya terpangkas drastis menjadi dua titik bara kecil.
Upaya manual tersebut mendapat sokongan penting dari cuaca.
"Pemadaman sangat terbantu oleh hujan yang turun pada Sabtu malam (19/9)," jelas Sutomo.
Hal senada diutarakan Kepala BMKG Nganjuk, Iwan Setiawan. Menurutnya, tutupan awan mendung di kawasan lereng sejak akhir pekan sukses memicu hujan lokal di sekitar Desa Ngliman, meredam kobaran yang sebelumnya sempat terlihat jelas dari permukiman warga di bawah.
Menuntaskan Bara sebelum Angin Mengoyak
Meski situasi berangsur aman dan api tak lagi tampak dari kejauhan, tim penanganan bencana menolak untuk lengah.
Di punggungan gunung yang kerap diterpa embusan angin kencang, dua titik bara tersisa menyimpan risiko laten. Bila dibiarkan tertiup angin panas, api dapat dengan cepat melompat dan melalap vegetasi kering di sekitarnya.
Petugas kini terus memetakan celah aman untuk menjangkau dasar jurang, memastikan bara benar-benar padam total sebelum tim ditarik turun dari puncak Wilis.
Editor : Miko