Gunung Wilis Akhirnya Padam, 17 Hektare Hutan di Nganjuk Hangus

Karen Wibi • Dipublikasikan Selasa, 22 September 2026 | 20:30 WIB
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Nganjuk Iwan Setiawan juga membenarkan sudah tidak ada titik-titik api di Gunung Wilis. (karen wibi/jprk).
Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Nganjuk Iwan Setiawan juga membenarkan sudah tidak ada titik-titik api di Gunung Wilis. (karen wibi/jprk).

NGANJUK, radarnganjuk.jawapos.com – Kebakaran yang melanda kawasan Gunung Wilis di Kabupaten Nganjuk akhirnya padam pada Minggu malam (20/9). Puluhan titik api yang sebelumnya terlihat di kawasan hutan sudah tidak ditemukan.

Meski kobaran api berhasil dikendalikan, kebakaran tersebut meninggalkan kerusakan cukup luas. Sekitar 17 hektare lahan hutan hangus terbakar akibat peristiwa tersebut.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nganjuk Sutomo mengatakan, petugas gabungan telah berhasil memadamkan titik api yang tersisa. Sekitar 400 personel dikerahkan untuk menangani kebakaran di kawasan Gunung Wilis.

“Dua titik api berhasil dipadamkan oleh petugas gabungan,” ujar Sutomo.

Lahan yang terbakar tersebar di sejumlah petak. Rinciannya, tujuh hektare berada di Petak 24, lima hektare di Petak 23C, dan lima hektare lainnya di Petak 18C.

Padamnya api belum membuat petugas sepenuhnya meninggalkan kawasan tersebut. Tim gabungan masih akan melakukan pemantauan selama beberapa hari untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang kembali memicu kebakaran.

Kewaspadaan itu bukan tanpa alasan. Kondisi cuaca yang kembali panas membuat potensi munculnya api baru masih perlu diantisipasi, terutama di kawasan hutan yang telah terbakar.

“Ada kekhawatiran jika api kembali menyala. Terlebih saat ini suhu sudah kembali panas,” kata Sutomo.

BPBD juga meminta warga yang tinggal di sekitar Gunung Wilis meningkatkan kewaspadaan. Masyarakat diimbau tidak melakukan aktivitas yang melibatkan api di luar rumah, terutama ketika kondisi cuaca panas dan kering.

Sutomo juga meminta warga segera melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran di kawasan hutan. Laporan dapat disampaikan kepada petugas yang berjaga di pos pengamanan di Balai Desa Ngliman.

Di sisi lain, Kepala BMKG Kabupaten Nganjuk Iwan Setiawan membenarkan bahwa saat ini tidak lagi ditemukan titik api maupun titik panas yang berpotensi memicu kebakaran di kawasan Gunung Wilis.

“Lokasi sudah aman dan terkendali sejak hari ini (kemarin, Red),” ujarnya.

Meski kondisi telah dinyatakan aman, kewaspadaan tetap diperlukan. Iwan mengingatkan kemungkinan munculnya kembali titik panas di kawasan yang sama masih ada.

Terlebih, hujan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera turun di Kabupaten Nganjuk. Kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga akhir bulan mendatang.

Karena itu, kawasan bekas kebakaran tetap mendapat perhatian petugas. Pemantauan diperlukan untuk memastikan bara yang mungkin masih tersisa tidak kembali menjadi api dan meluas ke kawasan hutan lainnya.

Editor : rekian
kebakaran hutan gunung wilis nganjuk bpbd nganjuk musim kemarau