NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kepulan asap membumbung di atas gudang rosok milik Enik Nur Hayati, 56, di Jalan Raya Paron, Kecamatan Bagor Selasa (22/9). Tumpukan material berupa karton dan botol plastik membuat api cepat berkobar. Sehingga, petugas pemadam kebakaran dan penyelamatan (damkarmat) dan warga harus berjibaku berusaha memadamkan si jago merah.
Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk Imam Ashari, pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 08.40 WIB. Saat itu, warga melapor Gudang rosok milik Enik Nur Hayati terbakar. "Petugas dari Markas Komando (Mako) Damkarmat Nganjuk langsung diterjunkan ke lokasi dengan dua armada," ujar Imam.
Namun, besarnya kobaran api membuat penanganan membutuhkan tambahan kekuatan. Damkarmat kemudian meminta bantuan dari Pos Bantu Rejoso untuk mempercepat proses pemadaman. “Kami meminta bantuan Pos Bantu Damkarmat Rejoso,” jelas Imam.
Petugas menghadapi tantangan berupa asap yang sangat pekat. Kondisi tersebut dipengaruhi material yang terbakar di dalam gudang, terutama tumpukan karton dan botol plastik. Untuk mempermudah akses menuju titik api, petugas bahkan harus menjebol bagian pintu seng gudang. “Petugas harus menggunakan alat bantu oksigen supaya bisa masuk ke titik api,” ujar Imam.
Total terdapat tiga armada yang dikerahkan dalam penanganan kebakaran tersebut. Seluruh armada bahkan harus melakukan pengisian ulang air hingga lima kali. Dengan demikian, total air yang digunakan mencapai sekitar 15 tanki.
Memasuki pukul 10.00 WIB, petugas mulai melakukan proses pendinginan. Meski api telah berhasil dikendalikan, personel Damkarmat masih disiagakan di lokasi. Hal itu untuk memastikan tidak ada bara yang kembali menyala dan mengancam bangunan di sekitarnya. “Pukul 10.00 WIB sudah proses pendinginan. Tapi kami masih terus standby di sini sampai betul-betul padam sehingga tidak membahayakan rumah terdekat,” katanya.
Lokasi gudang yang berada tidak jauh dari permukiman warga menjadi salah satu perhatian petugas. Pendinginan dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah api merembet ke bangunan lain apabila masih terdapat bara di dalam tumpukan material.
Sementara itu, penyebab kebakaran hingga kini belum diketahui. Imam menyebut dugaan penyebab masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
"Penyebabnya masih dalam penyelidikan pihak kepolisian," ujar Imam. (nov/tyo)