NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Apes dialami Komari, 55, warga Desa Kedungombo, Kecamatan Tanjunganom. Kandang dan rumahnya dibakar orang pada Sabtu malam (26/9). Api berasal dari tumpukan jerami yang dibakar seorang pria yang dikenal warga mengalami gangguan jiwa (ODGJ). Api pertama kali diketahui sekitar pukul 17.40 WIB. Saat kejadian, Komari sedang mencari rumput untuk pakan ternak.
Api awalnya membakar bagian kandang yang berada di belakang rumah. Kobaran kemudian merembet hingga membakar rumah beserta isinya.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Nganjuk Imam Ashari mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 17.54. Armada tiba di lokasi sekitar pukul 18.10 dan langsung melakukan pemadaman.
"Api cepat membesar karena di sekitar rumah dan kandang terdapat banyak tumpukan jerami," ujar Imam.
Pemadaman berlangsung lima jam. Petugas bersama warga berjibaku menjinakkan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan di sekitar lokasi. Proses pemadaman dan pendinginan rampung sekitar pukul 22.45.
Sementara itu, Humas Polres Nganjuk AKP Fajar Kurniadi mengatakan, polisi masih mendalami dugaan pembakaran tersebut. Berdasarkan keterangan saksi, sebelum api terlihat membesar, seorang pria berinisial KW, 64, yang merupakan kakak kandung korban, sempat terlihat mondar-mandir di sekitar rumah. "Ketika saksi melintas di lokasi, api sudah menyala di bagian kandang sapi yang menempel dengan belakang rumah korban," jelas Fajar.
Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan warga. Warga berupaya memadamkan api sekaligus menyelamatkan dua ekor sapi yang berada di dalam kandang. Kedua sapi tersebut berhasil dievakuasi sehingga tidak menjadi korban dalam kejadian tersebut.
Menurut Fajar, KW tinggal berdekatan dengan korban. Keduanya juga diketahui tinggal seorang diri. Berdasarkan keterangan masyarakat sekitar, KW mengalami gangguan jiwa sejak sekitar 30 tahun lalu dan pernah menjalani pengobatan di Puskesmas Rejoso. "Yang bersangkutan sebelumnya juga pernah diketahui warga dua kali berusaha membakar rumah korban," imbuhnya.
Akibat kebakaran tersebut, rumah dan kandang milik korban mengalami kerusakan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. "Total kerugian materi diperkirakan mencapai sekitar Rp 100 juta," pungkasnya. (nov/tyo)