Korban Alami Kerugian Capai Puluhan Juta
NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Kebakaran lahan tebu terjadi di perbatasan Kabupaten Nganjuk-Kediri, Kamis (8/10) dini hari. Si jago merah melahap sekitar 5 hektare tanaman tebu yang siap panen. Tiupan angin kencang membuat api cepat merembet hingga nyaris mendekati permukiman warga.
Peristiwa tersebut terjadi di perkebunan tebu Dusun Jajar, Desa Tanjung Bagol, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri. Lokasi kebakaran berbatasan dengan wilayah Dusun Benden, Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon, Nganjuk.
Informasi kebakaran pertama kali diketahui sejumlah warga sekitar pukul 02.10. Saat itu, warga yang hendak menuju pasar melihat kobaran api dari arah persawahan Desa Rowoharjo. Setelah didekati, api diketahui membakar perkebunan tebu yang belum dipanen.
Warga kemudian berupaya melakukan pemadaman secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya. Upaya tersebut dilakukan untuk menghambat laju api yang semakin melebar akibat kondisi angin cukup kencang.
“Petugas pemadam kebakaran kemudian menerima laporan sekitar pukul 02.55. Dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi,” ujar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Petugas tiba sekitar pukul 03.13 dan langsung melakukan pemadaman. Besarnya kobaran api membuat petugas berjibaku cukup lama. Beruntung api tidak sampai merembet ke permukiman warga. “Proses pemadaman dan pendinginan berlangsung hingga sekitar pukul 04.30,” jelas Imam.
Terkait penyebab kebakaran, Imam menyebut, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan kepolisian. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Kerugian material akibat terbakarnya lahan tebu diperkirakan mencapai Rp 50 juta,” pungkasnya. (nov/tyo)