NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kebakaran terjadi di lima lokasi berbeda di Kabupaten Nganjuk dalamsehari, Minggu (11/10). Si jago merah melahap lima rumpun bambu di lima lokasi yang berbeda. Yaitu, di Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono; Desa Musir Kidul, Kecamatan Rejoso; Dusun Mbeji, Desa Mlandangan, Kecamatan Pace; Dusun Bedingin, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret; serta Desa Balongrejo, Kecamatan Berbek.
Kebakaran pertama dilaporkan terjadi di Desa Pandantoyo, Kecamatan Kertosono, sekitar pukul 12.30 WIB. Api yang berasal dari pembakaran sampah di dekat rumpun bambu merembet hingga membakar semak-semak dan area di sekitarnya. “Petugas dari Pos Bantu Damkarmat Lengkong tiba di lokasi pukul 12.46 dan menuntaskan pemadaman sekitar pukul 13.50 WIB,” ujar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Insiden serupa kembali terjadi di Desa Musir Kidul, Kecamatan Rejoso pada sore hari. Laporan diterima petugas pemadam kebakaran pukul 16.20 WIB. Api diduga berasal dari sisa bara pembakaran sampah yang ditinggalkan warga hingga merembet ke rumpun bambu di sekitarnya.
Menjelang malam hari, kebakaran rumpun bambu terjadi di Dusun Mbeji, Desa Mlandangan, Kecamatan Pace. Pemilik lahan, Nyuwandari, 47, sebelumnya membakar sampah di kebun belakang rumah sekitar pukul 17.00. Dua jam kemudian, api membesar dan membakar salah satu rumpun bambu. Petugas Pos Bantu Pace menerima laporan pukul 19.00 WIB dan tiba lima menit kemudian. Pemadaman selesai pukul 20.55 WIB. “Kebakaran berikutnya dilaporkan terjadi di Dusun Bedingin, Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, sekitar pukul 22.10 WIB,” tambah Imam.
Penyebabnya juga diduga berasal dari pembakaran sampah yang ditinggalkan hingga bara api merembet ke rumpun bambu. Belum berhenti, laporan kebakaran kelima masuk dari Desa Balongrejo, Kecamatan Berbek, pada pukul 23.50. Petugas melakukan penanganan hingga dini hari.
Rangkaian kejadian tersebut menjadi perhatian Damkarmat Kabupaten Nganjuk. Petugas mengimbau masyarakat agar tidak meninggalkan pembakaran sampah sebelum api benar-benar padam. “Bara yang tersisa berpotensi menyulut material kering di sekitar lokasi dan memicu kebakaran yang lebih luas,” pungkasnya. (nov/tyo)