Damkarmat Turun Tangan setiap Hari
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kebakaran kandang Kembali terjadi. Kemarin (14/10), kandang sapi milik Musirin, 68, warga Desa Sonoageng, Kecamatan Prambon jadi amukan si jago merah.
Kebakaran bermula ketika tetangga korban membersihkan lahan dan membakar sampah. Namun, kondisi suhu panas disertai angin kencang membuat api membesar dan merembet ke kandang ternak milik Musirin.
Mengetahui kandangnya terbakar, Musirin kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk. “Laporan diteruskan kepada personel siaga 1 di Pos Pembantu Damkarmat Tanjunganom,” ujar Kepala Damkarmat Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Kemudian, kebakaran itu dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk sekitar pukul 08.40 WIB. Petugas pun segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.
Besarnya kobaran api membuat petugas berjibaku cukup lama. Proses pemadaman pun membutuhkan waktu lebih dari dua jam.
Upaya pemadaman dilakukan dengan menyemprotkan air ke titik api yang masih menyala. Petugas juga melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran susulan.
Setelah dilakukan penanganan, api akhirnya berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman. Petugas memastikan kobaran api tidak sempat merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi kejadian.
Berdasarkan keterangan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran sampah di sekitar lokasi yang kemudian merembet ke area kandang. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. “Kebakaran menyebabkan kerugian sekitar Rp 8 juta,” ujar Imam.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama ketika angin bertiup kencang. Api yang semula digunakan untuk membersihkan lahan berpotensi merembet ke bangunan atau area di sekitarnya jika tidak diawasi dengan baik. (nov/tyo)