NGANJUK, JP Radar Nganju- Warga Desa Kelutan, Kecamatan Ngronggot protes karena jalan di desanya rusak parah. Sebagai bentuk protes, kemarin (13/4), warga menanam sebanyak 73 pohon pisang di sepanjang jalan yang rusak.
Sukatmo, 48, warga setempat mengatakan, penanaman pohon pisang sudah dilakukan sejak Minggu (12/4). Di hari yang sama, warga juga menyebar ikan lele pada beberapa lubang di jalan. “Warga sudah jengkel dengan kondisi jalan yang rusak,” ujarnya.
Warga tentu memiliki alasan mengapa nekat menanam puluhan pohon pisang di jalan. Alasan utamanya tentu karena jalan desa yang sudah rusak parah. Bahkan, menurut Sukatmo, tidak pernah ada perbaikan jalan sejak tiga tahun silam. “Awal rusak itu sekitar tiga tahun lalu. Tapi sampai sekarang belum ada perbaikan,” ungkap Sukamto.
Sebenarnya, selama tiga tahun terakhir, warga sudah meminta bantuan ke Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk dan Pemerintah Desa (Pemdes) Kelutan. Namun hasilnya nihil. Sehingga, selama tiga tahun terakhir, kondisi jalan kian parah.
Warga yang sudah jengkel akhirnya memilih untuk melakukan aksi protes dengan menanam pohon pisang. Tidak tanggung-tanggung, jumlah pohon pisang yang ditanam mencapai 73 pohon pisang. Puluhan pohon pisang itu ditanam pada jalan rusak dengan panjang sekitar 300 meter.
Warga tidak hanya menanam puluhan pohon pisang. Melainkan juga menuliskan kalimat protes pada banyak banner yang tersebar di sepanjang jalan. Seperti kalimat “Pajek telat didendo, dalan rusak dijarno,”. “Semoga segera ada perbaikan jalan. Kasihan warga yang mau lewat harus kena lubang di jalan,” harap Sukamto.
Sementara itu, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi mengatakan ,sudah melakukan monitor pada jalan rusak di Desa Kelutan. Saat ini Pemkab Nganjuk dan Pemdes Kelutan terus berkoordinasi untuk melakukan perbaikan jalan. Marhaen berjanji, dalam waktu dekat, masalah jalan rusak di Desa Kelutan akan segera teratasi. “Saya pastikan perbaikan jalan di Desa Kelutan akan segera dilakukan,” tegasnya. (wib/tyo)
Editor : Karen Wibi