Pemkab Nganjuk Tak Berani Usul PPPK Penuh Waktu, Paruh Waktu Kecewa Berat
Karen Wibi• Kamis, 9 Juli 2026 | 16:33 WIB
Pemkab Nganjuk Tak Usulkan PPPK Penuh Waktu Tahun Ini, Pegawai Paruh Waktu KecewaNGANJUK, JP Radar Nganjuk - Harapan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu yang ingin menjadi penuh waktu di tahun ini terancam pupus. Karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk tidak berani mengusulkan formasi PPPK penuh waktu ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) Republik Indonesia.
Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nganjuk Agus Heri Widodo mengatakan, di tahun ini, Pemkab Nganjuk masih belum berani melakukan pengangkatan PPPK penuh waktu. “Di tahun ini masih belum ada pengadaan ASN baru. Entah itu PPPK paruh waktu atau penuh waktu,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Padahal, di tahun ini, Pemkab Nganjuk memiliki kesempatan untuk mengangkat PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu. Itu setelah keluarnya Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB) Republik Indonesia (RI) Nomor 9 Tahun 2026 tentang Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja. Di dalam pasal 24, dijelaskan Pejabat Pembina Kepegawaian dapat mengusulkan pengangkatan PPPK paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu berdasarkan pertimbangan ketersediaan anggaran dan hasil penilaian atau evaluasi kinerja.
Sayangnya, masalah keuangan menjadi penghalang Pemkab Nganjuk untuk melakukan pengangkatan PPPK penuh waktu. Masalah keuangan itu berasal dari pos anggaran belanja pegawai yang terlalu membengkak. Untuk diketahui, saat ini, anggaran untuk belanja pegawai di lingkungan Pemkab Nganjuk mencapai 44 persen dari total APBD Kabupaten Nganjuk 2026. Padahal, untuk dianggap sehat, anggaran belanja pegawai tidak boleh lebih dari 30 persen.
Meski demikian, menurut Agus, tidak adanya pengangkatan PPPK paruh waktu ke penuh waktu tidak akan berpengaruh pada kinerja pelayanan Pemkab Nganjuk. Dirinya memastikan proses pelayanan masih akan berjalan secara maksimal. “Semoga saja di tahun mendatang akan ada pengisian PPPK penuh waktu dari paruh waktu,” tandasnya.
Sementara itu, kabar Pemkab Nganjuk yang tidak mengusulkan formasi PPPK penuh waktu dari paruh waktu membuat kecewa PPPK paruh waktu. Karena mereka berharap bisa menjadi PPPK penuh waktu. Salah satunya seperti yang dikatakan oleh NU. PPPK paruh waktu di lingkungan Pemkab Nganjuk itu mengaku masih berharap bisa menjadi penuh waktu. “Sayangnya di tahun ini tidak bisa jadi penuh waktu. Semoga di tahun depan bisa jadi penuh waktu,” tandasnya. (wib/tyo)