Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Harus Hitung Weton Agar Tidak Cerai

Redaksi Radar Nganjuk • Senin, 23 Desember 2024 | 20:57 WIB

 

Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Mujiyo ternyata tidak hanya menjadi seorang penulis. Karena sehari-hari, dia juga menjadi seorang konsultan. Khususnya konsultan pernikahan. Tugasnya adalah untuk mencari hitung-hitungan Jawa yang pas. Mulai dari hitung-hitungan weton hingga pencarian tanggal pernikahan.

“Orang-orang sering ke sini untuk tanya wetonnya pas apa belum,” ujarnya.

Saat dimintai tolong, Mujiyo tentu mengiyakan. Dengan senang hati dirinya akan mempersilakan calon mempelai untuk berkonsultasi dengannya. Mayoritas, para calon mempelai itu akan bertanya apakah weton mereka sudah cocok. Mujiyo lalu akan menghitungkan weton milik mereka.

Kalau cocok, mereka akan dipersilahkan untuk menikah. Lalu bagaimana jika tidak cocok? “Ya pisah atau harus cari tanggal yang pas buat menikah,” tambahnya.

Ya, menurut Mujiyo, meski weton tak cocok, mempelai dapat tetap menikah. Namun ada beberapa syarat yang harus dilakukan. Pertama adalah mencari tanggal yang pas. Tujuannya adalah untuk mensiasati weton yang tidak cocok tersebut. Dengan itu, kedua mempelai dapat menikah denga naman.

Beruntungnya, menurut Mujiyo, hitung-hitungan Jawa tidak mempersulit calon mempelai yang hendak menikah. Karena mayoritas weton dan hari adalah baik. Hanya ada beberapa yang menjadi pantangan. Seperti Kamis Pon dan Rabu Kliwon; Minggu Kliwon dan Senin Kliwon; Wage dan Pahing; dan masih banyak yang lainnya. Beberapa weton tersebut memiliki hitung-hitungan Jawa yang jatuh dihari Loro dan Pati.

“Tapi tetap aman, intinya harus cari yang tanggalnya bagus. Tidak boleh sembarangan hari,” tandasnya. (wib)

Editor : Redaksi Radar Nganjuk