Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Ekonomi & Bisnis Lifestyle Seni & Budaya Opini Khazanah

Jelajah Desa Unik di Nganjuk, Gombak Kuncung Merupakan Perjanjian Leluhur yang Masih Dipegang Teguh Warga Desa Ngliman

Redaksi Radar Nganjuk • Rabu, 18 Juni 2025 | 02:00 WIB
Photo
Photo

Gombak Kuncung, Bukan Sekadar Tradisi, tapi Perjanjian Leluhur

JP Radar Nganjuk - Gombak Kuncung bukan hanya sekadar adat turun-temurun bagi warga Desa Ngliman, Kecamatan Sawahan.

Tradisi ini diyakini sebagai perjanjian leluhur yang telah berlangsung ratusan tahun lamanya dan diwariskan dari generasi ke generasi.

Hal itu disampaikan oleh Amin Fuadi, Pemerhati Sejarah dan Budaya Nganjuk.

Ia menyebut, Gombak Kuncung berasal dari sebuah ikrar leluhur demi dua tujuan utama: menjaga kesejahteraan dan menolak musibah.

Baca Juga: Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Di Ngliman, Ada Gombak Kuncung yang Bertahan Ratusan Tahun

“Yang saya dengar dari sesepuh, Gombak Kuncung adalah bentuk perjanjian antara para leluhur di Ngliman,” ujar Amin.

Takut Melanggar karena Percaya Balasan Buruk

Kepercayaan warga sangat kuat. Jika tradisi ini dilanggar, maka warga percaya akan mengalami nasib sebaliknya: hidup susah, kerap tertimpa bencana, dan jauh dari keselamatan.

Oleh karena itu, tak seorang pun berani mengabaikan tradisi ini, termasuk para orang tua yang dengan penuh kesadaran meneruskan ke anak-anak mereka.

“Sampai sekarang belum pernah ada yang melanggarnya,” ujar Lasmirah (71), sesepuh Desa Ngliman.

Baca Juga: Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Batik Parang Tak Bisa Jadi Pakaian Khas

Berpotensi Jadi Daya Tarik Wisata Budaya

Amin Fuadi menilai, tradisi Gombak Kuncung sebenarnya punya nilai wisata budaya yang tinggi.

Keunikan ini tak ditemukan di desa lain dan bisa menjadi daya tarik tersendiri jika dikembangkan.

“Tidak masalah jika ada beberapa versi cerita soal Gombak Kuncung. Itu justru bisa jadi daya tarik wisata,” ucapnya.

 

 

 

Jejak Leluhur: Semua Kembali ke Ki Ageng Ngaliman

Dari berbagai kisah yang berkembang di masyarakat, semuanya selalu bermuara pada sosok Ki Ageng Ngaliman, yang dianggap sebagai leluhur utama desa tersebut.

Ia diyakini sebagai tokoh pembawa tradisi Gombak Kuncung dan dihormati dengan penuh kekhusyukan oleh warga.

“Semua kembali ke Ki Ageng Ngaliman. Tradisi ini bagian dari warisan beliau,” kata Amin.

Baca Juga: Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Batik Parang Tak Elok Dipakai saat Pernikahan

Gombak dan Kuncung, Lambang Identitas Keturunan Leluhur

Seperti yang disampaikan Lasmirah, Gombak Kuncung menjadi penanda kuat garis keturunan.

Anak laki-laki dibiarkan memanjangkan rambut bagian belakang (gombak), sementara anak perempuan mempertahankan poni depan (kuncung) hingga usia balig.

“Mengurus anak atau cucu yang punya gombak atau kuncung itu bukan beban. Justru kami merasa mendapat berkah karena masih melanjutkan tradisi nenek moyang,” jelas Lasmirah.

Baca Juga: Jelajah Desa Unik di Nganjuk: Wayang Timplong Menceritakan Sejarah Indonesia

Tradisi yang Dipertahankan dengan Hati

Di tengah dunia yang terus berubah, Desa Ngliman tetap kokoh mempertahankan nilai-nilai leluhurnya.

Gombak Kuncung bukan sekadar bentuk fisik rambut, tapi cerminan identitas, kepercayaan, dan harapan atas keselamatan dan kesejahteraan hidup.

Editor : Miko
#Ngliman #unik #nganjuk #radar nganjuk #jelajah #desa #Ki Ageng Ngaliman #budaya