Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Sejarah Suku Enggano, Penghuni Pulau Terluar Indonesia yang Unik

Miko • Minggu, 22 Juni 2025 | 19:30 WIB
Tarian Suku Enggano
Tarian Suku Enggano

JP Radar Nganjuk - Pulau Enggano tak hanya dikenal sebagai salah satu pulau terluar Indonesia, tapi juga sebagai rumah bagi suku asli yang unik: Suku Enggano.

Terletak di barat daya Provinsi Bengkulu, suku ini hingga kini masih mempertahankan warisan budaya yang khas meski modernisasi terus berkembang.

Namun, sejarah Suku Enggano masih menyimpan banyak misteri. Belum ada catatan pasti mengenai kapan dan bagaimana suku ini pertama kali menghuni pulau tersebut.

Penelusuran sejarah mencatat bahwa Pulau Enggano pertama kali ditemukan oleh pelaut Portugis pada tahun 1862. Saat itu, jumlah penduduk diperkirakan sekitar 3.000 jiwa.

Baca Juga: Ratusan Ton Hasil Panen Membusuk, Petani Pulau Enggano Merugi Jutaan Rupiah

Menurut legenda lokal yang berkembang di masyarakat Enggano, asal-usul mereka bermula dari dua kapal layar yang terdampar di pulau.

Rombongan yang menumpang kapal tersebut mengalami wabah penyakit, dan hanya menyisakan dua orang yang selamat: satu pria dan satu wanita.

Dari keduanya, lahirlah tiga garis keturunan yang kemudian membentuk struktur suku di Pulau Enggano, yakni Suku Kaitora, Suku Kaarubi, dan Suku Kaahoao.

Secara administratif, Pulau Enggano masuk dalam wilayah Kabupaten Bengkulu Utara.

Lokasinya yang terpencil membuat suku ini relatif terjaga dari pengaruh luar, meskipun tantangan modernisasi dan infrastruktur mulai menggerus budaya asli mereka.

Baca Juga: Pulau Enggano Terisolasi, Ekonomi Petani Terpuruk Akibat Pendangkalan Pelabuhan

Suku Enggano memiliki bahasa sendiri yang unik dan berbeda dari bahasa daerah lainnya di Sumatera.

Bahasa Enggano bahkan disebut sebagai salah satu bahasa paling terisolasi di Indonesia dan kini termasuk dalam kategori terancam punah.

 

Kekayaan budaya Suku Enggano terlihat dalam seni musik, makanan tradisional, dan kepercayaan yang masih dijaga.

Sayangnya, minimnya dokumentasi dan penelitian membuat sejarah dan identitas mereka kian tergerus.

Pemerintah dan peneliti budaya diharapkan dapat memberikan perhatian lebih agar sejarah dan budaya Suku Enggano tidak hilang ditelan waktu.

Baca Juga: Ratusan Ton Hasil Panen Membusuk, Petani Pulau Enggano Merugi Jutaan Rupiah

Editor : Miko
#Sumatra #suku #unik #Enggano #indonesia #pulau #sejarah #bengkulu #budaya