JP Radar Nganjuk– Dalam tradisi Jawa, weton atau hari lahir menjadi salah satu acuan untuk membaca karakter, watak, hingga arah hidup seseorang. Meski tak dianggap sebagai kepastian mutlak, primbon Jawa menempatkan weton sebagai cermin perjalanan hidup. Salah satu weton yang kerap dibicarakan adalah Kamis Legi, yang menurut hitungan Jawa memiliki jumlah neptu 13, hasil penjumlahan hari Kamis (8) dan pasaran Legi (5).
Beberapa artis Indonesia diketahui lahir di weton ini. Mereka adalah Pevita Pearce, Tora Sudiro, dan Irish Bella. Ketiganya dianggap mewakili karakter khas pemilik Kamis Legi: kalem, cerdas dalam berkata-kata, dan berpotensi menikmati rezeki yang stabil sepanjang hidup.
Artis yang Lahir di Kamis Legi
Pevita Pearce, aktris kelahiran 6 Oktober 1992, lahir tepat pada hari Kamis Legi. Kariernya di dunia perfilman tanah air melesat lewat sejumlah peran ikonik, termasuk dalam film Tenggelamnya Kapal Van der Wijck dan Sri Asih. Sosoknya yang tenang, bersahaja, namun mampu memikat penonton sejalan dengan gambaran primbon mengenai Kamis Legi.
Aktor dan komedian Tora Sudiro juga disebut lahir di weton yang sama. Karakternya di layar lebar dan televisi sering tampil kocak dan apa adanya. Namun di balik itu, Tora dikenal pribadi yang hangat dan bijaksana, selaras dengan sifat “meneng lembah manah” dalam primbon, yakni tidak suka menonjolkan diri meski penuh talenta.
Sementara Irish Bella, aktris sinetron kelahiran 23 April 1996, juga memiliki weton Kamis Legi. Popularitasnya di dunia hiburan terbangun lewat sejumlah sinetron populer, namun kehidupan pribadinya yang relatif tertutup dan kalem sejalan dengan karakter pendiam serta rendah hati yang diyakini melekat pada weton ini.
Karakter dan Watak Menurut Primbon
Menurut kanal YouTube Sabdaning Ratu yang kerap membahas soal weton, angka neptu 13 melambangkan “lintang bayi lahir”. Artinya, mereka yang lahir di Kamis Legi cenderung pendiam, rendah hati, dan tidak banyak tingkah.
Karakter lain yang menonjol adalah kecerdasan dalam berkata-kata. Meski tidak suka bicara berlebihan, ketika berbicara mereka bisa sangat menarik dan meyakinkan. Tak heran, banyak tokoh dengan weton ini mampu tampil sebagai komunikator ulung.
Selain itu, sifat “meneng lembah manah” membuat mereka tidak suka pamer atau menonjolkan diri. Pemilik Kamis Legi biasanya bersikap sederhana, jauh dari kesan ambisius, meski tetap punya pendirian teguh. Jika sudah memiliki keinginan, mereka sulit dihentikan.
Rezeki dan Jalan Nasib
Primbon Jawa menyebut Kamis Legi memiliki istilah bodoné ana, yang berarti hidupnya relatif berkecukupan, dipenuhi rezeki dan hal-hal duniawi. Meski begitu, perjalanan finansial mereka tidak selalu mulus. Ada usia-usia tertentu yang dipercaya menjadi titik keberuntungan sekaligus kesulitan.
Di usia 24, 48, dan 78 tahun, mereka diyakini akan menikmati rezeki melimpah. Namun, di usia 18, 30, dan 60 tahun, pemilik Kamis Legi perlu waspada karena disebut bisa menghadapi krisis ekonomi. Karena itu, primbon menekankan pentingnya mengelola keuangan sejak muda agar tidak goyah saat menghadapi masa sulit.
Secara keseluruhan, pemilik Kamis Legi digambarkan punya potensi finansial stabil dengan catatan mampu menjaga disiplin diri, tidak boros, dan bijak dalam membuat keputusan.
Relevansi di Masa Kini
Meski berasal dari tradisi lama, kepercayaan terhadap weton masih hidup di tengah masyarakat Jawa hingga sekarang. Sebagian orang menjadikannya panduan untuk mencari kecocokan jodoh, menentukan hari baik, hingga memahami karakter seseorang.
Bagi kalangan selebritas, pembacaan weton sering dijadikan hiburan maupun bahan refleksi. Meski banyak yang skeptis, tidak sedikit pula yang menganggap primbon sebagai warisan budaya yang patut dilestarikan.
Dalam kasus Pevita Pearce, Tora Sudiro, dan Irish Bella, publik kerap mengaitkan kesuksesan mereka dengan karakter khas Kamis Legi: bersahaja, rendah hati, namun penuh daya tarik. Kendati demikian, tentu saja pencapaian mereka juga ditentukan oleh kerja keras, bakat, dan kesempatan yang datang.
Bukan Takdir Mutlak
Perlu diingat, primbon Jawa tidak dimaksudkan sebagai takdir mutlak. Ia lebih mirip cermin untuk mengenal diri. Apa yang disebutkan tentang sifat atau nasib bukanlah kepastian, melainkan pengingat agar seseorang lebih bijak dalam menjalani hidup.
Bagi pemilik Kamis Legi, pesan utama yang bisa diambil adalah menjaga sikap rendah hati, memanfaatkan kecerdasan dalam komunikasi, serta mengelola keuangan dengan baik. Dengan cara itu, potensi rezeki dan keberkahan bisa lebih optimal.