Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Menggali Jejak Dr Soetomo, Tokoh Besar dalam Kebangkitan Nasional

Redaksi Radar Nganjuk • Jumat, 22 November 2024 | 19:59 WIB
Photo
Photo

NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Dr. Soetomo adalah salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia, yang dikenal sebagai salah satu pendiri Budi Utomo, organisasi modern pertama di Hindia Belanda (sekarang Indonesia) yang menjadi awal dari pergerakan nasional untuk kemerdekaan. Ia lahir dengan nama Soebroto pada 30 Juli 1888 di Desa Ngepeh, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, dan meninggal pada 30 Mei 1938 di Surabaya.

 

Latar Belakang

 

Soetomo berasal dari keluarga priayi yang berpikiran maju dan modern, dan menunjukkan kecerdasannya sejak usia muda. Ia melanjutkan pendidikannya di STOVIA (School tot Opleiding van Indische Artsen) di Batavia, sekolah kedokteran untuk pribumi pada masa kolonial. Di sinilah ia bertemu dengan teman-temannya yang kemudian bersama-sama mendirikan Budi Utomo pada 20 Mei 1908, yang kini diperingati sebagai Hari Kebangkitan Nasional atau HARKITNAS.

 

Peran sebagai Dokter

 

Setelah menyelesaikan pendidikannya, Dr. Soetomo mengabdikan diri sebagai dokter di berbagai wilayah Hindia Belanda. Menurut buku Wahidin Sudirohusodo dan Soetomo: Dari Kebangkitan Jawa ke Kebangkitan Nasional, "Selama delapan tahun berikutnya dia tenggelam dalam kegiatan profesionalnya sebagai dokter," tulis Kaisiepo (2000: 167).

Selama delapan tahun penugasan sebagai dokter di berbagai kota itu, Kaisiepo mengatakan kepada Soetomo, "telah memperlihatkan realitas masyarakat Indonesia yang sesungguhnya". Pengalaman ini membuka mata Soetomo terhadap berbagai tantangan yang dihadapi untuk “Kebangkitan Indonesia” dan telah menggantikan kesadaran lamanya tentang cita-cita dan gagasan "Kebangkitan Jawa". 

 

Kontribusi di Budi Utomo


Organisasi Budi Utomo didirikan pada 1908 dengan fokus utama pada pendidikan, kebudayaan, dan sosial untuk meningkatkan taraf hidup kaum pribumi. Dr. Soetomo, sebagai salah satu pendiri dan penggerak, meyakini bahwa pendidikan adalah kunci untuk mengangkat martabat bangsa. Seiring waktu, peran organisasi ini berkembang, menjadi pelopor kebangkitan nasional yang juga membahas isu-isu politik dan membangun kesadaran akan pentingnya persatuan dan perjuangan bangsa.

 

Organisasi Politik dan Pemikiran


Pada 1930, Dr. Soetomo mendirikan Persatuan Bangsa Indonesia (PBI) sebagai wadah untuk menyatukan seluruh elemen bangsa dalam perjuangan kemerdekaan. Melalui pidato dan tulisan-tulisannya, ia menekankan pentingnya persatuan, pendidikan, dan penguatan ekonomi sebagai landasan untuk mencapai kemerdekaan. Pemikirannya memberikan pengaruh besar dalam mendorong kesadaran nasional dan mempercepat gerakan menuju Indonesia merdeka.

 

Warisan

 

Dr. Soetomo dikenang sebagai sosok yang bukan hanya peduli terhadap kesehatan rakyat, tetapi juga terhadap masa depan bangsa melalui pendidikan dan perjuangan politik.

 

Editor : Redaksi Radar Nganjuk