NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Threesome atau 3S adalah perilaku seks menyimpang. Namun, hal itu ternyata menjadi magnet pria hidung belang di Kabupaten Nganjuk.
Karena itu, Mbak Pur (bukan nama sebenarnya, red) selalu kebanjiran order setiap hari.
Dia bersama temannya bisa melayani lebih dari sepuluh pria hidung belang.
“Rata-rata sehari tamu yang minta paket 3S sebanyak 13 orang,” ujar Mbak Pur asal Jawa Barat yang promosi lewat aplikasi MiChat di Kabupaten Nganjuk ini.
Untuk tarif yang dipatok Mbak Pur dan temannya ini satu paket.
Yaitu, Rp 1 juta. Sudah komplet dengan kamar hotel.
Karena berdua, Mbak Pur mengaku membagi rata pendapatan dengan temannya.Yaitu, 50-50.
Sehari, dia bisa meraup sekitar Rp 5 juta. Karena dipotong dengan sewa kamar hotel melati dan preman yang mengamankannya.
Peran preman itu kata Mbak Pur dan temannya sangat vital. Dia bertugas mengamankan Mbak Pur agar mereka tidak terjaring razia dan ada tamu yang tidak bayar atau melukainya.
Apalagi, dia datang ke Kabupaten Nganjuk juga dibawa oleh Mama Pur (bukan nama sebenarnya, red). Sehingga, tidak mengenal wilayah Nganjuk dengan baik.
“Semua mendapat rezeki,” ujarnya.
Bagi cewek berusia 25 tahun ini, dia sudah terjun ke dunia hitam bertahun-tahun.
Mulai Jawa Barat hingga terdampar di Nganjuk. Karena itu, dia siap memberikan servis ke tamu secara all out.
Bahkan, dia juga rela bermain 3S untuk memuaskan fetish sang tamu. “Asalkan ada uang, mau 3S, swinger atau apa, saya siap,” ungkapnya.
Cewek lulusan SMP ini mengatakan, Kabupaten Nganjuk adalah pasar yang empuk. Karena di sini, banyak pria hidung belang yang ingin merasakan servis 3S.
Sehingga, setiap hari, dia dan temannya selalu kebanjiran order. Waktu satu jam yang diberikan ke tamu harus dipatuhi.
Hal ini karena ada tamu lain yang sudah antre. “Mulai pagi hingga pagi lagi.
Jadi harus benar-benar fit,” ujarnya. Meski seks yang dilakukan menyimpang, Mbak Pur mengaku justru dia merasa aman jika tamu mengajak 3S.
Karena ada teman yang akan melindunginya jika tamu berbuat hal-hal yang membahayakan. “Kalau soal penyakit kelamin itu sudah risiko pekerjaan,” ujarnya.
Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Nganjuk Suharono menegaskan, pihaknya akan segera menertibkan praktik prostitusi di Kota Angin.
Razia akan dilakukan. Karena prostitusi itu melanggar hukum.
“Kami akan segera razia karena sebentar lagi memasuki Bulan Suci Ramadan,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira