Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Mengintip Kampung Pembuat Anyaman Bambu di Nganjuk

Karen Wibi • Minggu, 23 Maret 2025 | 19:01 WIB

 

Mengintip Kampung Pembuat Anyaman Bambu di Nganjuk
Mengintip Kampung Pembuat Anyaman Bambu di Nganjuk

Ada sebuah kampung unik di Kabupaten Nganjuk. Masyarakat menamainya dengan kampung pembuat anyaman bambu.

Karena mayoritas warganya adalah pembuat anyaman bambu. Khususnya untuk pengikat bawang merah atau brambang. Diketahui tradisi itu sudah dilakukan sejak belasan tahun lalu.

Ada sebuah pemandangan unik ketika masyarakat memasuki Dusun Jawar, Desa Gemenggeng, Kecamatan Bagor.

Yaitu, jalanan kampung yang dipenuhi dengan anyaman bambu. Anyaman bambu itu akan diletakkan di depan rumah milik warga. Diketahui pemandangan itu akan terlihat ketika cuaca sedang terang atau panas.

Pendatang yang memasuki kampung itu harus berhati-hati. Karena jika tidak, yang ada pengendara bisa saja tak sengaja melindas anyaman itu. Otomatis pengendara akan kena semprot.

Karena memang, anyaman itu memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Ya, anyaman itu nantinya akan dibuat menjadi benda yang lebih berharga.

Mulai dari nampan, tampah, hingga pengikat bawang merah atau brambang.

“Bambunya ini nanti bisa dibuat berbagai jenis barang,” terang Suparno, 50, salah satu penganyam bambu di dusun tersebut.

Suparno menjelaskan, kampung itu memang terkenal sebagai kampung penganyam bambu. Karena memang, mayoritas warganya adalah penganyam bambu.

Bahkan lebih dari 50 kepala keluarga (KK) di kampung tersebut bekerja sebagai penganyam bambu.

Padahal, dulu, tidak banyak orang yang menjadi penganyam bambu. Hanya satu atau dua orang. Semuanya itu bermula di sekitar tahun 2010 an.

Saat itu, ada seorang warga yang berniat membuat tampah dari anyaman bambu. Tak disangka, tampah yang dibuat orang tersebut cukup bagus. Hingga akhirnya mampu dijual di pasar.

“Ternyata dari bambu itu bisa menghasilkan uang. Akhirnya warga ikut-ikut,” tambahnya.

Beruntung orang tersebut tidak pelit ilmu. Satu per satu warga diajari membuat anyaman bambu.

Dari yang awalnya hanya membuat tampah akhirnya bisa membuat benda lain.

Tak diduga, bebarengan dengan itu, kebutuhan pengikat brambang sedang tinggi-tingginya. Warga lalu memanfaatkan momentum itu untuk membuat pengikat brambang sebanyak-banyaknya.

“Stok pengikat brambang di Kecamatan Bagor dan sekitarnya itu sedang dikit-dikitnya. Alhasil banyak petani brambang yang ambil di sini,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM (Dinkop UM) Cuk Widiyanto sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh warga tersebut. Menurutnya kekreatifan masyarakat di dusun tersebut sangat bermanfaat bagi perputaran ekonomi.

Bahkan buktinya, selama beberapa tahun terakhir, jumlah penganyam bambu terus bertambah.

“Pemkab Nganjuk akan melakukan pendampingan agar usaha di dusun tersebut terus berkembang,” ujarnya. (wib/tyo)

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#desa unik #anyaman bambu #nganjuk #kampung