NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Ratusan calon jamaah haji (CJH) terancam gagal berangkat ke Tanah Suci. Hal itu lantaran belum melunasi biaya perjalanan haji (Bipih) pada tahap 1. Hingga pelunasan tahap 1 ditutup sejak (14/3) lalu, total ada 104 calon jamaah yang belum melunasi.
Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Nganjuk Muhammad Afif Fauzi melalui Kepala Seksi (Kasi) Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) Hanif Kamaludin membenarkan bahwa ada 104 CJH yang belum melunasi.
Terkait penyebabnya, menurut Hanif ada beberapa macam. Ada CJH yang mungkin mengalami kegagalan sistem di proses pembayaran. Atau mungkin menunggu pendamping pada tahun depan.
Hanif menambahkan, sebelum memproses pelunasan, calon jamaah haji memang diharuskan memenuhi syarat kesehatan oleh dinas kesehatan. “Kalau sudah dinyatakan sehat berarti sudah bisa pelunasan, kalau belum ya belum bisa pelunasan,” paparnya.
Hanif berharap, CJH yang belum sehat bisa segera pulih dan dinyatakan sehat sehingga bisa melunasi Bipih. Kemudian, berangkat ke Tanah Suci dan menjadi haji yang mabrur.
Terkait nasib CJH yang mengalami kegagalan sistem di proses pembayaran, pihaknya menyarankan untuk membayar pada tahap dua.
Dia mengatakan, ada beberapa kategori bagi CJH yang melakukan pelunasan Bipih tahap 2. “Pelunasan tahap 2 untuk penggabungan, pendampingan, cadangan dan untuk yang gagal sistem,” paparnya.
Hanif menguraikan, total ada 200 jamaah yang berhak melunasi di tahap dua. Sesuai jadwal, pelunasan dimulai 24 Maret hingga 17 April mendatang.
Untuk diketahui, pelunasan Bipih tahap satu di Nganjuk telah ditutup per Jumat (14/3) lalu. Data yang dihimpun Kemenag Nganjuk, total ada 471 calon jemaah haji (CJH) Nganjuk yang sudah melunasi Bipih. Sisanya ada 104 CJH yang tidak melunasi pada tahap satu. (nov/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira