BOSCU dan teman-temannya harus meringkuk di penjara. Karena mereka berani mencuri dua printer dan dua proyektor di salah satu sekolah di Kecamatan Berbek. Beruntung, mereka berhasil ditangkap saat melakukan cash on delivery (COD) dengan guru dari sekolah itu.
Kejadian ini terjadi pada Maret lalu. Saat itu, Boscu dan temannya berniat mencuri di sebuah sekolah. Niatnya memang untuk mencari uang.
Itung-itung buat tambahan uang di hari Lebaran. Setelah melakukan survei, keduanya sepakat membobol sebuah sekolah dasar (SD). Pertimbangannya karena memang sekolah tersebut selalu sepi saat malam hari.
Singkat cerita mereka berdua melancarkan aksinya. Hanya bermodalkan linggis, mereka berhasil membuka pintu ruang guru. Mereka mencari uang. Namun tidak berhasil menemukannya.
Karena sudah mentok, mereka lalu memutuskan mencuri barang lain. Yaitu dua printer dan dua proyektor.
Pikir mereka pasti barang tersebut dapat dijual. Uangnya lalu dibuat untuk Lebaran. Mereka lalu pulang tanpa meninggalkan jejak.
Berhari-hari kemudian Boscu menjual barang-barang tersebut. Dari keempat barang, ada satu proyektor yang belum terjual.
Dia lalu memposting barang tersebut di Facebook. Pikirnya mungkin ada orang yang butuh proyektor. “Biasanya pasti banyak yang nyari barang bekas di Facebook,” ujarnya.
Sejurus kemudian ada yang mengirim pesan ke Boscu. Dia ingin membeli proyektor tersebut. Namun tidak secara online. Melainkan secara COD.
Tentu Boscu tidak berfikir yang macam-macam. Pikirnya orang tersebut adalah orang biasa.
Namun apa yang diduga Boscu keliru. Karena orang tersebut adalah salah satu guru di SD tersebut.
Setelah barang-barang hilang, guru itu mencoba mencari di Facebook. Beberapa hari kemudian dia menemukan barang milik sekolah sudah diposting oleh seseorang.
Tak ada yang aneh saat COD itu. Boscu bertemu empat mata dengan guru tersebut.
Si guru langsung mengecek proyektor. Setelah dipastikan proyektor itu milik sekolah, dia lalu memanggil teman-temannya yang sebelumnya sudah sembunyi.
“Saya waktu itu langsung digeruduk. Tidak tahu kalau orangnya bawa teman,” tambahnya.
Boscu kalah jumlah. Dia ketakutan. Di saat itu juga Boscu mengakui perbuatannya. Dengan maksud agar dikasihani.
Namun si guru tidak memilih untuk mengasihi Boscu. Sebaliknya Boscu langsung dibawa ke kantor polisi. Hingga saat ini Boscu dan teman-temannya mendekam di balik jeruji besi. Biyuh-Biyuh. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira