Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Dusun di Nganjuk ini Terangi Jalan dengan Puluhan Obor saat Perayaan Paskah

Karen Wibi • Minggu, 20 April 2025 | 18:02 WIB
Dusun di Nganjuk ini Terangi Jalan dengan Puluhan Obor saat Perayaan Paskah
Dusun di Nganjuk ini Terangi Jalan dengan Puluhan Obor saat Perayaan Paskah

ADA pemandangan unik setiap memasuki Dusun Adityoya, Desa Jatigreges, Kecamatan Pace menjelang Hari Raya Paskah. Yaitu, jalanan dusun yang dihiasi dengan puluhan lampu berbentuk obor.

Namun bukan hanya itu yang membuat Dusun Aditoya lebih terasa unik. Karena di ujung jalan dusun, ada hiasan tiga salib yang dipasang.

Pada malam hari, salib tersebut juga dipasangi lampu.

“Pemasangan lampu di sepanjang jalan menjadi tradisi yang hanya ada saat Paskah,” terang Pendeta GKJW Aditoya Wawuk Kristian Wijaya kepada wartawan koran ini.

Wijaya mengatakan, tradisi ini sudah berlangsung sejak puluhan tahun lalu. Bahkan tidak menutup kemungkinan tradisi tersebut sudah ada sejak puluhan tahun lalu.

Karena memang, GKJW Aditoya ini sudah berdiri sejak tahun 1.857.

Tradisi menyalakan obor itu dilakukan di setiap rumah jemaat yang juga merupakan warga setempat.

Mereka menyalakan obor sejak hari Kamis pada pekan suci Paskah. Lalu dilanjutkan hingga beberapa hari setelahnya.

“Mayoritas warga di sini beragama Kristen,” tambah pria kelahiran Kabupaten Blitar itu.
Umat Kristiani di sana masih teguh memegang erat tradisi dan budaya tersebut.

Mereka meyakini bahwa tradisi terebut harus terus dilestarikan oleh seluruh generasi penerus yang ada di sana.

Sehingga, sampai kapan pun tidak akan terputus. Meski sudah berpindah generasi.

Selain sebagai bentuk kecintaan, tradisi tersebut juga memiliki makna yang dalam.

Obor tersebut melambangkan umat kristiani harus mampu menjadi terang bagi sekitarnya.

“Ada makna filosofis dari tradisi itu. Kita (umat kristiani, red) harus mampu menjadi terang,” tutur Wijaya.

Dengan pemasangan obor tersebut, suasana di Dusun Aditoya menjadi terasa syahdu.

Dengan hiasan obor yang terpasang di depan rumah warga masing-masing.

Sayangnya, hujan sering mengguyur kawasan tersebut. Sehingga warga menyiasatinya dengan mengganti obor dengan lampu.

Namun, lampu yang digunakan tetap menyerupai obor. (wib/tyo)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#PASKAH 2025 #perayaan paskah #berita nganjuk hari ini #nganjuk #berita nganjuk terbaru