SORE itu cuaca di GOR Bung Karno, Kecamatan Nganjuk, sedang cerah. Banyak masyarakat yang sedang beraktifitas di area GOR.
Mulai dari sekedear nongkrong, makan, hingga olahraga. Namun ada satu kegiatan unik yang dilakukan di sisi utara GOR.
Ada sekitar lima pria dewasa yang sedang menata paralon yang sudah dipotong setengahnya. Paralon-paralon itu lalu disusun menjadi sebuah arena balap.
Sejurus kemudian mereka mengeluarkan mobil yang dikendalikan dengan remote control. Dalam hitungan ketiga, mainan mobil tersebut langsung melaju kencang.
Beradu menjadi siapa yang paling cepat menyentuh garis finish. Ya, mereka berasal dari komunitas Remote Control (RC) Nganjuk.
Sebuah komunitas bagi orang-orang yang memiliki hobi bermain RC. Khususnya RC untuk mobil.
“Kami dari RC Nganjuk. Memang sering latihan di GOR Nganjuk dari beberapa tahun lalu,” terang Ketua RC Nganjuk Wahyu Norosando kepada wartawan koran ini.
Pria asal Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk itu mengatakan, komunitas tersebut sudah terbentuk sejak sekitar 2019 lalu. Berawal dari diskusi singkat yang ada di Facebook.
Singkat cerita, komunitas yang anggotanya mayoritas bapak-bapak itu akhirnya memilih untuk bertemu dan latihan bersama.
“Dulu hanya tiga orang yang gabung.
Sekarang sudah sekitar 20 orang,” tambahnya.
Banyak kegiatan yang biasa dilakukan di komunitas.
Salah satunya adalah berdiskusi tentang RC. Selain itu, mereka juga biasa latihan bersama.
Kegiatan latihan itu sering dilakukan di beberapa fasilitas umum. Salah satunya adalah GOR Bung Karno.
Namun selain itu, ada fasilitas umum lain yang sering digunakan berlatih. Yaitu di Jalan Ahmad Yani di Kecamatan Nganjuk.
Tentu ada alasan mengapa komunitas itu sering berlatih di Jalan Ahmad Yani. Salah satunya karena jalan tersebut memiliki kondisi yang bagus.
Lurus dan juga mulus. Seperti sirkuit.
Cocok untuk berlatih RC. Tentunya latihan tidak dilakukan saat jalan sedang ramai.
Namun ketika sepi. Minimal pukul 22.00 WIB ke atas.
“Latihan rutin dilakukan karena kami sering ikut kompetisi,” imbuh pria yang kini berusia 33 tahun itu. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira