NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Warga Dusun Jawar, Desa Gemenggeng, Kecamatan Bagor menjadi yang paling apes dalam perbaikan Jembatan Kutorejo. Karena dipastikan mereka harus memutar dua kali lipat.
“Jembatan Kutorejo sedang diperbaiki. Sedangkan Jembatan Jawar juga sedang rusak,” ujar Suminto, 54, warga Desa Gemenggeng, Kecamatan Bagor kepada wartawan koran ini.
Seperti diketahui, Jembatan di Dusun Jawar putus pada Januari lalu. Mau tak mau mereka harus memutar melewati Jembatan Kutorejo. Jarak yang ditempuh menjadi sekitar 3 kilometer (km).
Namun pada awal bulan, ganti Jembatan Kutorejo diperbaiki. Mau tak mau mereka juga harus memutar.
Kini jarak tempuh mereka harus ditambah 3 km. Artinya, jika ditotal, mereka harus memutar hingga 6 km untuk menuju ke arah Utara.
“Jadi sekarang kalau muter jadi lebih jauh lagi. Sampai sekitar 6 kilometer,” tambahnya.
Tentu hal itu merepotkan bagi warga sekitar. Terlebih bagi warga yang harus beraktifitas menuju ke arah Selatan. Oleh sebab itu, warga berharap pembangunan Jembatan Kutorejo dapat dipercepat.
Selain itu, warga juga berharap ada perbaikan pada jembatan yang putus di Dusun Jawar. Karena menurut warga, jalan tersebut menjadi akses paling dekat. Dengan kondisi saat ini, warga merasa kesusahan.
“Semoga Jembatan Jawar juga segera dibangun ulang,” tandasnya.
Sementara itu, Pelaksana Lapangan Pembangunan Jembatan Anugerah Dwi Pamungkas mengatakan petugas terus melakukan pembongkaran pada jembatan.
Jembatan bailey yang dijadikan jembatan bantuan sudah rampung dibongkar. Kini petugas gantian melakukan pembongkaran pada sisi Selatan jembatan.
Target pembongkaran jembatan adalah dua minggu lagi. Setelah itu petugas akan mulai melakukan pembangunan pondasi. Baru setelah itu jembatan dapat dibangun.
Lalu kapan target pembangunan jembatan? Menanggapi pertanyaan itu, Pamungkas mengatakan target pembangunan jembatan adalah satu tahun.
Bahkan, di akhir bulan Oktober, Pamungkas menargetkan jembatan dapat dilewati oleh kendaraan kecil. Hingga dapat dilewati kendaraan besar setelah diresmikan.
“Semoga tidak ada kendala dan jembatan rampung akhir tahun ini,” tandasnya.
Seperti diketahui, Jembatan Kutorejo rusak pada Maret 2022 lalu. Jembatan tersebut mengalami ambles di bagian sisi utara.
Salah satu penyebabnya adalah karena jembatan yang sering dilalui oleh kendaraan besar. Kendaraan tersebut sering lewat selama proses pembangunan Bendungan Semantok.
Setelah ambles, jembatan ditutup total. Lalu pada April 2022, jembatan tersebut diperbaiki untuk sementara. Jembatan bailey dibangun di sisi jembatan yang ambles.
Selama itu, warga yang melewati jembatan itu harus bergantian. Penyebabnya karena jembatan bailey yang sempit. Beruntung di tahun ini, jembatan tersebut mendapat jatah perbaikan.
Perbaikan tersebut dilakukan langsung oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur. Selama proses pembangunan, pengendara harus mencari jalan memutar. Dari yang semula hanya 100 meter kini bertambah menjadi sekitar 3 kilometer (km). (wib/tyo)
Editor : Elna Malika