NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Harga ayam potong menembus Rp 30 ribu per kilogram. Berdasarkan pantauan wartawan koran ini di Pasar Wage Nganjuk, harga Rp 30 ribu per kilogram terjadi seminggu terakhir.
"Belum turun tetap Rp 30 ribu per kilogram harga ayam potong," ujar Mardi, 48, pedagang ayam di Pasar Wage Nganjuk kemarin.
Meski harga ayam menembus Rp 30 ribu, namun permintaan ayam di lapaknya sama seperti biasanya. Tidak ada lonjakan permintaan. Dia menyebut, sudah punya pelanggan tetap. Biasanya dari warung-warung makan.
“Biasanya sehari habis 2,5 kuintal,” paparnya.
Ditanya perihal ketersediaan ayam, pria asal Loceret itu memastikan stok ayam miliknya masih tergolong aman.
Hal yang senada juga dikatakan oleh penjual lain, Miko. Ia menyebut rendah atau tingginya harga ayam tidak mempengaruhi ramainya pembeli.
Sebab yang menentukan ramai atau tidaknya hari-hari besar.
“Harga tidak mempengaruhi ramai atau sepinya pembeli, cuman kalau hari-hari besar gitu pastinya naik pembelinya,” ujar pemuda asal Tanjunganom itu.
Dalam sehari, jika ramai Miko bisa menjual ayam hingga 1,5 kwintal. Namun jika sepi ia hanya menjual 50 kilogram. Harga yang ia jual itu juga berpengaruh dari juragan ayam yang ia ambil dari Sukomoro.
“Saya ambilnya dari juragan sudah bersih, jadi tinggal jual saja,” katanya.
Stabilnya harga ayam ini juga tentunya memberikan angin segar bagi konsumen. Solekah, seorang pembeli di Pasar Wage, mengaku lega karena tidak ada kenaikan harga yang signifikan.
“Harga seperti ini masih terjangkau, apalagi kebutuhan ayam selalu ada setiap hari,” ujarnya. (nov/tyo)
Editor : Elna Malika