JP Radar Nganjuk - KAMPUNG bibit di Desa Kedungrejo, Kecamatan Tanjunganom memiliki banyak pesanan setiap bulannya. Bahkan pengiriman tidak hanya dilakukan untuk pelanggan di Kabupaten Nganjuk. Melainkan hingga luar Pulau Jawa.
Hal itu seperti yang dikatakan oleh Bagus Tunggul Wibisono. Pria yang kini berusia 39 tahun itu mengatakan, setiap bulannya, dia bisa mengirim ke banyak wilayah di Indonesia.
Mayoritas ke pulai Nusa Tenggara Barat (NTB), Sulawesi, hingga Papua. “Malah dari dalam Kabupaten Nganjuk itu sedikit. Mayoritas dari luar Nganjuk,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Di kebun miliknya, banyak jenis bibit buah yang dijual. Mulai dari mangga, nangka, rambutan, kelengkeng, dan masih banyak yang lainnya.
Dari banyak jenis buah itu, paling banyak yang dibeli adalah mangga. Terutama, mangga jenis Arumanis.
Bagus menceritakan, rata-rata, setiap bulannya dia mengirim 3 ribu hingga 4 ribu bibit tanaman buah. Namun, jumlah tersebut dapat berlipat ganda pada bulan Oktober hingga Desember.
Pada tiga bulan itu, jumlah pengiriman bisa mencapai 10 kali lipat. “Karena waktu tersebut cocok buat melakukan penanaman. Mayoritas tumbuhan tidak akan mati saat tanah basah,” tambahnya.
Lalu berapa harga untuk satu bibit buah? Menanggapi pertanyaan itu, Bagus mengatakan, harganya bervariasi. Tergantung jenis dan ukuran. Namun rata-rata, harga yang ditawarkan adalah Rp 15 ribu hingga Rp 22 ribu. “Ya kalau lagi ramai-ramainya bisa ratusan juta per bulan,” tandasnya. (wib/tyo)
Editor : Elna Malika