JP Radar Nganjuk - DINAS Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk memiliki sebuah tugas baru satu-dua tahun terakhir. Yaitu ikut kelulusan pelajar di Kabupaten Nganjuk.
Kelulusan pelajar? Ya benar, kegiatan itu menjadi sebuah tren baru di Kabupaten Nganjuk. Alih-alih mengadakan lulusan dengan bermewah-mewahan, kegiatan diganti dengan basah-basahan bersama petugas damkarmat.
Menurut, Yudi Satria Mahardi, Kabid Pemadaman, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Damkarmat Nganjuk jika Damkar mempunyai panggilan seperti itu harus diawali dengan sosialisasi terlebih dahulu.
“Kegiatan awal harus ada sosialisasi dari damkar, setelah itu biasanya baru ada semprot-semprot,” ujarnya.
Menurutnya hal tersebut juga membantu langkah damkar untuk memperkenalkan tata cara pemadaman api kecil dengan cara sederhana. Sehingga pihaknya tidak ingin disalahgunakan.
“Kalau kami di undang cuman minta penyemprotan air itu tidak diperkenankan. Kalau sosialisasi dibarengi sama penyemprotan itu diizinkan,” paparnya.
Kehadiran petugas damkar tentunya bukan sekadar pemanis acara. Momen tersebut bisa sekaligus menjadi sarana edukasi langsung kepada siswa, terutama soal pentingnya tanggap darurat.
Terkait sarana edukasi, petugas Damkarmat Nganjuk memang kerap kali diundang di berbagai sekolahan. Mulai dari TK hingga SMA.
Hampir setiap pekan, anggota rutin turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan wawasan langsung tentang penanganan kebakaran. “Sampai dengan saat ini, sosialisasi sudah kami lakukan,” terangnya.
Yudi menuturkan, materi yang disampaikan pada peserta didik dimulai dari pengenalan peralatan pemadam, pencegahan, hingga penanganan musibah kebakaran. “Selain pengenalan, siswa juga praktik di lapangan cara-cara pemadaman,” paparnya.
Dimulai dari pemadaman kebakaran sederhana yang dilakukan menggunakan kain atau karong goni basah. Tentunya edukasi tersebut juga disesuaikan dengan siswa.
Jika siswanya anak-anak TK dan SD, pihaknya lebih mensosialisasikan kepada orang tua. namun jika siswa SMP dan SMA makai a langsung mensosialisasikan kepada siswa dan guru. (nov/wib)
Editor : Elna Malika