Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Terminal Anjuk Ladang: Riwayat, Rute, dan Perannya di Jalur Bus Jawa Timur

Elna Malika • Selasa, 20 Mei 2025 | 23:16 WIB
Terminal Anjuk Ladang
Terminal Anjuk Ladang

JP Radar Nganjuk - Di tengah perubahan tren mobilitas masyarakat, keberadaan terminal bus masih memegang peranan penting sebagai simpul transportasi, termasuk di Kota Nganjuk.

Salah satu terminal yang menjadi ikon pergerakan warga adalah Terminal Anjuk Ladang, yang terletak di sisi barat kota, tak jauh dari jalur utama Surabaya–Yogyakarta.

Terminal ini menjadi titik keluar-masuk berbagai jenis bus, baik antar kota dalam provinsi (AKDP) maupun antar kota antar provinsi (AKAP).

Terminal Anjuk Ladang telah lama berdiri sebagai pusat layanan transportasi darat di Nganjuk.

Dulunya, terminal ini dikenal dengan aktivitas yang sangat padat, terutama pada masa-masa liburan atau menjelang Lebaran, ketika arus mudik dan balik memuncak.

Deretan bus, suara peluit kenek, serta hiruk-pikuk penumpang menjadi pemandangan sehari-hari yang sangat akrab bagi masyarakat setempat.

Secara geografis, Nganjuk memang berada di jalur strategis Pulau Jawa, tepatnya di lintas tengah yang menghubungkan Jawa Timur dengan Jawa Tengah dan Jawa Barat.

Inilah yang membuat Terminal Anjuk Ladang menjadi titik transit bagi berbagai armada bus besar, mulai dari rute Surabaya–Yogyakarta, Malang–Jakarta, hingga Denpasar–Semarang.

Bus-bus seperti Harapan Jaya, Sumber Selamat, Rosalia Indah, hingga MTrans kerap berhenti atau menurunkan penumpang di sini.

Tidak hanya bus-bus besar, Terminal Anjuk Ladang juga menjadi rumah bagi berbagai bus AKDP, seperti trayek Nganjuk–Kediri, Nganjuk–Jombang, hingga Nganjuk–Madiun.

Bus lokal seperti Kawan Kita dan Bagong menggunakan terminal ini sebagai titik awal dan akhir perjalanan.

Bagi warga Nganjuk, ini adalah moda transportasi harian yang murah, mudah dijangkau, dan fleksibel.

Selain sebagai tempat naik-turun penumpang, terminal ini juga menjadi pusat aktivitas ekonomi kecil.

Deretan warung makan, kios camilan, tukang ojek, dan penjual koran mengisi sisi-sisi terminal.

Tak jarang, suasana pagi di terminal terasa seperti pasar kecil, lengkap dengan obrolan para sopir, teriakan kenek mencari penumpang, dan suara mesin yang meraung-raung siap berangkat.

Namun, seperti banyak terminal di daerah lain, Terminal Anjuk Ladang juga menghadapi tantangan seiring tumbuhnya transportasi daring dan meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi.

Penurunan jumlah penumpang sempat terjadi, terutama pada masa pandemi. Meski begitu, terminal ini perlahan bangkit kembali, terutama karena perannya yang tetap vital dalam menghubungkan wilayah-wilayah pinggiran dan pedesaan dengan kota-kota besar.

Beberapa upaya modernisasi dan penataan kawasan juga telah dilakukan oleh pemerintah daerah.

Penambahan papan informasi digital, area tunggu yang lebih nyaman, serta pengaturan jadwal keberangkatan bus menjadi bagian dari langkah untuk mempertahankan daya tarik Terminal Anjuk Ladang.

Hal ini dilakukan agar terminal tidak hanya jadi tempat transit, tapi juga ruang yang ramah dan aman bagi pengguna jasa.

Kini, Terminal Anjuk Ladang tak hanya menjadi titik keberangkatan atau kedatangan. Ia juga berperan sebagai bagian dari memori kolektif masyarakat Nganjuk.

Dari para pelajar yang dulu berangkat kuliah ke kota, pekerja harian yang pulang larut malam, hingga perantau yang pulang kampung, terminal ini telah menjadi saksi perjalanan dan harapan banyak orang.

Selama jalan darat masih jadi urat nadi utama mobilitas masyarakat, Terminal Anjuk Ladang akan terus berdetak, menjadi simpul penting dalam jaringan transportasi darat Pulau Jawa.

Bagi warga Nganjuk, terminal ini bukan hanya tempat naik bus melainkan juga titik awal dari berbagai perjalanan hidup.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#surabaya #anjuk ladang #Bagong #transportasi #strategis #radar nganjuk berita hari ini #Jalur #nganjuk #terminal #akap #rute #bus #mobilitas