Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Gempa 5,7 SR Goyang Pacitan, Getaran Dirasakan Hingga Nganjuk

Elna Malika • Selasa, 27 Mei 2025 | 22:35 WIB
Gempa 5,7 SR Goyang Pacitan
Gempa 5,7 SR Goyang Pacitan
 
JP Radar Nganjuk - Pagi ini, Selasa (27/5/2025), wilayah Pacitan, Jawa Timur, diguncang gempa bumi berkekuatan 5,7 skala Richter pada pukul 07:55 WIB.
 
Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pusat gempa terletak di laut, sekitar 265 km barat daya Pacitan, dengan kedalaman 10 km.
 
Gempa ini termasuk dalam kategori gempa tektonik akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia.
 
Getaran gempa dirasakan hingga beberapa wilayah di Jawa Timur dan Yogyakarta, termasuk Nganjuk, dengan intensitas II MMI, yang tergolong lemah.
 
BMKG melalui akun resminya menyampaikan, “Gempa Magnitudo: 5.7, 27-Mei-25 07:55:05 WIB, Lok: 10.41 LS, 110.25 BT (265 km BaratDaya PACITAN-JATIM), Kedlmn: 10 Km Dirasakan (MMI) II Nganjuk, II Trenggalek, II Bantul, II Pacitan, II Blitar, II Malang, II Sukoharjo, II Gunungkidul.”
 
 
Gempa ini tidak berpotensi tsunami karena pusatnya berada di laut dengan kedalaman dangkal, namun masyarakat diminta tetap waspada.
 
“Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi,” imbau BMKG.
 
Getaran gempa yang dirasakan di Nganjuk dan wilayah sekitar memicu reaksi beragam dari masyarakat.
 
Seorang warga Pacitan, Rini, menceritakan pengalamannya, “Tadi pas gempa, saya sedang telepon. Langsung kaget dan lari keluar rumah karena takut guncangan bertambah kuat.”
 
Respons serupa juga terjadi di wilayah lain seperti Bantul dan Malang, di mana warga berhamburan keluar rumah untuk mencari tempat aman.
 
 
Meski getaran tergolong lemah, kepanikan sempat terjadi karena pengalaman gempa sebelumnya di wilayah ini.
 
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pacitan, Erwin Andriatmoko, menyatakan bahwa pihaknya masih memantau situasi pasca-gempa.
 
“Kami terus berkoordinasi dengan relawan Tim Reaksi Cepat di desa-desa untuk memastikan tidak ada kerusakan atau korban,” ujarnya.
 
Hingga saat ini, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan atau korban jiwa akibat gempa tersebut.
 
Namun, trauma warga masih terasa, terutama karena Pacitan dikenal sebagai daerah rawan gempa.
Gempa ini menjadi pengingat bahwa Pacitan berada di zona megathrust, yang berpotensi menghasilkan gempa besar hingga magnitudo 8,7, seperti yang pernah diperingatkan BMKG.
 
Seorang tokoh muda di Pacitan, Purwo, menjelaskan bahwa warga secara alami langsung mencari posisi aman saat gempa terjadi.
 
“Itu respons mitigasi alami. Warga lari ke luar rumah karena khawatir guncangan membesar,” katanya, menekankan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat.
 
BMKG juga menegaskan pentingnya edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat.
 
Gempa-gempa sebelumnya di Pacitan, seperti yang terjadi pada Juli 2023 dengan magnitudo serupa, menunjukkan bahwa wilayah ini sering mengalami aktivitas tektonik.
 
 
Masyarakat diimbau untuk tidak panik dan selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG atau BPBD.
 
Selain itu, warga diminta memastikan bangunan tempat tinggal mereka tahan gempa untuk mengurangi risiko kerusakan.
 
Hingga berita ini ditulis, pemantauan terus dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan gempa susulan.
 
BPBD Pacitan mengimbau warga untuk tetap tenang namun waspada, serta menghindari informasi hoaks terkait gempa atau tsunami.
 
“Jangan terpancing isu yang tidak bertanggung jawab. Ikuti arahan petugas di lapangan,” tegas Erwin.
 
 
Langkah ini diharapkan dapat meminimalisasi kepanikan dan memastikan keselamatan warga.
 
Gempa ini kembali menggarisbawahi pentingnya kesiapsiagaan masyarakat di daerah rawan bencana seperti Pacitan.
 
Dengan meningkatkan kesadaran akan mitigasi gempa, seperti memiliki rencana evakuasi dan memahami prosedur keselamatan, diharapkan dampak bencana dapat diminimalisasi.
 
Warga Nganjuk, Pacitan, dan wilayah terdampak lainnya diimbau untuk terus memantau informasi resmi dan bersiap menghadapi potensi gempa susulan.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#bmkg #bpb #jatim #pacitan #radar nganjuk berita hari ini #nganjuk #korban jiwa #gempa #berpotensi tsunami