NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Jelang puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), jemaah haji kloter 7 asal Kabupaten Nganjuk mendapatkan pembinaan. Kegiatan pembinaan difokuskan agar jemaah mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji.
Ketua Kloter 7, Muksin mengatakan, saat ini, kegiatan yang dilakukan oleh jemaah yakni pemantapan jamaah pra Armuzna, umrah sunnah dan salat dhuha.
Armuzna sendiri merupakan tiga lokasi penting dalam rangkaian ibadah haji. Ketiga lokasi ini dianggap sebagai puncak ibadah haji dan titik krusial dalam pelaksanaan ibadah haji.
Mengingat kondisi di Armuzna yang penuh tantangan, jemaah diharapkan memiliki kesiapan fisik dan mental serta pemahaman ibadah yang kuat.
“Para jemaah sudah pemantapan pra Armuzna,” ujar Muksin.
Sebelumnya, pihaknya juga sudah merapatkan secara intern terkait persiapan jelang Armuzna. Mulai dari akomodasi barang bawaan jamaah hingga penguatan manasik haji.
“Akomodasi barang bawaan jemaah, tas armuzna berisi pakaian secukupnya untuk tiga hari, peralatan mandi, salat, bekal makanan penunjang, tambahan vitamindan obat2 pribadi,” paparnya.
Lebih lanjut, Muksin menjelaskan, petugas juga memberikan materi pembinaan seputar penguatan manasik haji.
Selain mempersiapkan barang bawaan, petugas Kloter juga turut memeriksa kondisi kesehatan jemaah. Meski di Mekkah saat ini suhu berkisar 43 derajat, namun jemaah asal Nganjuk tidak ada yang sakit.
“Alhamdulillah semua sehat,” tambah Muksin.
Nantinya, jika pada saat Armuzna ada yang sakit, petugas juga memberikan pemahaman terkait program murur jamaah, lansia, disabilitas, dan kurang sehat.
Baca Juga: Dua Kloter Susulan Jemaah Haji Kabupaten Nganjuk Berangkat Tahun Ini, Begini Penjelasan Kemenag
Program Murur jamaah sendiri untuk mengurangi kemacetan dan potensi risiko kesehatan akibat kepadatan dan cuaca ekstrem. (nov/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira