NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Hari yang dinantikan oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) 2024 tahap pertama akan segera datang. Rencananya mereka akan diangkat dalam waktu dekat. Yaitu, pada bulan Juni.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Nganjuk Agus Heri Widodo mengatakan, jika tidak ada kendala, para PPPK tahap pertama tersebut akan diangkat pada bulan ini.
“Rencananya akan diangkat Juni. Semoga tidak ada kendala,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Perlu diketahui, sebanyak 183 PPPK tahap pertama telah melakukan teken kontrak. Teken kontrak itu dilakukan di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk pada 28 April lalu.
Setelah melakukan teken kontrak, para PPPK tingkat menunggu waktu pengangkatan. Sesuai aturan, pengangkatan maksimal dilakukan pada Oktober 2025.
Namun ternyata proses rekrutmen PPPK di Nganjuk berjalan lancar. Sehingga, mereka dapat diangkat pada Juni.
“Alhamdulillah seluruh proses sudah kami selesaikan. Dan seluruh proses tersebut berjalan dengan lancar,” tambah Agus.
Lebih lanjut, Agus mengatakan proses pengangkatan itu direncakan akan dilakukan langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Di kesempatan yang sama para PPPK tahap pertama itu juga akan mendapat jadwal kapan mereka mulai bekerja di instansi masing-masing.
Jika PPPK tahap pertama sudah ada kejelasan, tidak dengan PPPK tahap kedua. Karena hingga kemarin (1/6) belum ada kejelasan dengan jadwal pengumuman hasil tes. Agus mengatakan belum ada kepastian kapan pengumuman untuk hasil tes PPPK tahap kedua.
Namun Agus mengimbau kepada pelamar untuk tidak khawatir. Karena sesuai dengan Surat Edaran (SE) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 7199/B-KS.04.01/SD/E/2025 yang ditandatangani pada 20 Mei 2025 lalu, pengumuman juga akan dilakukan pada bulan Juni. Yaitu antara 16 hingga 30 Juni.
Baca Juga: Honorer Gagal Seleksi PPPK Tahap 2 Tetap Bisa Mengabdi, Ini 5 Kewajiban yang Harus Dipatuhi
Seperti diketahui, sebanyak 1.528 pelamar PPPK tahap kedua baru saja mengikuti tes pada 13-14 Mei di Atrium Jawa Pos di Kota Surabaya. Dari jumlah tersebut, tujuh diantaranya tidak mengikuti tes tanpa alasan yang jelas. (wib/tyo)
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira