Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Ini Ikon dari Kecamatan Kertosono yang Wajib Kami Tahu

Karen Wibi • Senin, 23 Juni 2025 | 01:20 WIB
Jembatan Lama Kertosono
Jembatan Lama Kertosono

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Kertosono adalah salah satu kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Di tepian Sungai Brantas, berdiri kokoh Jembatan Lama Kertosono, atau yang lebih dikenal oleh warga setempat sebagai Treteg Tosono.

Jembatan ini bukan sekadar struktur penghubung antarwilayah, melainkan monumen hidup yang menyimpan cerita heroik perjuangan melawan penjajah hingga peristiwa kelam pasca-kemerdekaan.

Jembatan Lama Kertosono dibangun pada era kolonial Belanda, diperkirakan sekitar abad ke-19, sebagai jalur strategis untuk mempermudah transportasi menuju Surabaya.

Keberadaannya menjadi kunci bagi Belanda untuk memperluas pengaruh di wilayah Nganjuk, Jombang, dan Kediri. Terletak di Jalan Diponegoro, yang dulu dikenal sebagai Jalan Surabaya, jembatan ini menghubungkan Kertosono dengan wilayah Braan di Jombang dan Mekikis di Kediri, menjadikannya nadi ekonomi dan transportasi pada masanya.

Nama Kertosono sendiri berasal dari seorang pahlawan lokal bernama Mbah Kerto, seorang pembabat hutan dari Desa Kuncen, Kecamatan Patianrowo. Ia memimpin perjuangan melawan penjajah Belanda dalam peristiwa yang dikenal sebagai Perang Treteg Tosono.

Pertempuran sengit terjadi di atas jembatan ini, saat pasukan Mbah Kerto berusaha menghalau Belanda yang ingin menguasai wilayah tersebut.

Meski pertumpahan darah tak terhindarkan, kegigihan Mbah Kerto dan pasukannya berhasil memukul mundur musuh, menjadikan jembatan ini saksi bisu perjuangan heroik.

Konon, nama Kertosono diambil dari pohon sono (angsana) tempat Mbah Kerto dimakamkan, mengabadikan namanya sebagai simbol keberanian.

Jembatan ini terus memainkan peran penting hingga masa kemerdekaan. Pada 1949, saat Agresi Militer Belanda II, para pejuang Indonesia berupaya meledakkan jembatan untuk menghambat laju pasukan Belanda yang menuju Yogyakarta melalui jalur darat dari Surabaya.

Meski upaya ini hanya merusak permukaan aspal dan tidak merobohkan jembatan, pejuang berhasil memasang ranjau darat di jalur Kertosono-Baron, melumpuhkan kendaraan lapis baja Belanda. Perjuangan ini memperlihatkan betapa strategisnya jembatan ini dalam dinamika perang kemerdekaan. (wib)

Editor : Jauhar Yohanis
#kertosono #jembatan lama kertosono #ikon #nganjuk