NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Dinas Pertanian (Disperta) Provinsi Jawa Timur (Jatim) dan Disperta Kabupaten Nganjuk turun tangan mengatasi wereng yang menyerang padi di Desa Kepanjen, Kecamatan Pace kemarin (10/7).
Mereka memberi bantuan insektisida kepada para petani. Dengan tujuan agar hama wereng dapat segera teratasi.
Dari pantauan wartawan koran ini, rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 08.00 WIB. Mereka langsung mendatangi lokasi tempat petani membakar tanaman padi yang sudah terjangkit hama wereng.
Baca Juga: Hama Wereng di Nganjuk Meluas. Bagaimana Solusinya?
Sesampainya di lokasi, petugas memberi bantuan insektisida. Di waktu yang sama, petugas dan petani di desa tersebut langsung melakukan penyemprotan.
Kepala Bidang (Kabid) Perlindungan Pertanian (Perlintan) Dinas Pertanian (Disperta) Kabupaten Nganjuk Agus Yuni Purwanto mengatakan, petugas datang ke lokasi setelah mendapat laporan dari petani.
Dalam laporan itu dijelaskan jika tanaman padi milik petani diserang hama wereng sejak sekitar 10 hari yang lalu. “Kami mendapat laporan dari petani jika tanaman padi mereka diserang oleh hama wereng,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Agus menjelaskan, total bantuan yang diberikan sebanyak satu dus insektisida. Dalam satu dus tersebut berisi 12 botol insektisida dengan ukuran 100 mililiter (ml).
Sebanyak 12 botol insektisida tersebut lalu dicampur dengan air dan disemprotkan ke tanaman padi yang diserang hama wereng. “Semoga bantuan tersebut dapat membasmi wereng di Desa Kepanjen,” tambahnya.
Baca Juga: Ratusan Hektare Padi Diserang Wereng, Petani Kepanjen Gigit Jari!
Lebih lanjut, Agus mengatakan, hama wereng sering menyerang ketika cuaca tidak menentu. Terlebih cuaca yang tidak menentu tersebut lebih condong ke arah musim penghujan. Alasannya karena hama wereng dapat cepat berkembang biak dalam kondisi suhu yang lembap.
Oleh karena itu, dengan penyemprotan insektisida, Agus berharap masalah hama wereng di Desa Kepanjen dapat teratasi. Karena jika masih belum teratasi, besar kemungkinan hama tersebut akan menyerang daerah lain.
Terlebih daerah yang belum memasuki masa panen. “Kami juga imbau kepada petani untuk segera memanen padi.
Tujuannya agar hama wereng dapat teratasi karena mereka kehilangan sumber makanan,” imbuhnya sembari mengatakan petani wajib membakar bekas tanaman padi yang sudah diselep untuk membunuh hama.
Baca Juga: Hama Wereng di Nganjuk Meluas. Bagaimana Solusinya?
Terpisah, Subari, salah satu petani di Desa Kepanjen mengaku senang dengan pemberian bantuan dari disperta. Karena dengan adanya bantuan tersebut, bebannya untuk menghilangkan hama wereng dapat terbantu.
Sayangnya, menurut Subari, jumlah bantuan yang diberikan masih kurang. Satu dus insektisida belum cukup untuk mengatasi penyebaran hama wereng yang diduga sudah terjadi di sekitar 115 hektare sawah milik petani. “Semoga bantuan insektisida lebih banyak,” harapnya. (wib/tyo)
Editor : Miko