NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Musim kemarau membuat lahan kering dan mudah terbakar. Terbaru, kebakaran terjadi di Kelurahan Werungotok, Kecamatan Nganjuk, Minggu (20/7). Saat itu tumpukan jerami terbakar hebat. Diduga kuat, api berasal dari pembakaran sampah yang tak dijaga hingga merembet ke jerami kering di sekitarnya.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 00.28 WIB. Saat itu, Musiran membakar sampah di belakang rumah. Sore harinya, pembakaran sampah tersebut menyisakan bara. Hingga akhirnya ditinggal tidur di dalam rumah. Karena angin bertiup kencang, api menyambar tumpukan jerami kering yang diletakkan tak jauh dari titik pembakaran.
Api yang kian membesar serta asap yang mengepul diketahui oleh Budi. Panik melihat kobaran api yang mulai membesar, Budi pun langsung menghubungi Damkarmat Nganjuk.
Namun karena jerami sangat kering dan mudah terbakar, api tak kunjung padam. Petugas damkarmat dari Pos Kota Nganjuk pun diterjunkan ke lokasi. “Kami terima laporan sekitar pukul 00.30 WIB dan langsung kerahkan satu unit mobil damkar," ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyalamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk Sujito.
Beruntung, api tidak sampai menjalar ke rumah warga. Meski begitu, jerami kering ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai jutaan rupiah.
Dalam sehari, petugas damkarmat tidak hanya bertugas memadamkan api saja. Pagi harinya damkarmat kembali mendapat laporan dari warga. Namun, kali ini laporan adanya ular di dalam kandang ayam di Dusun Semare Kulon, Desa Semare, Kecamatan Brebek. "Ular piton berhasil kami amankan usai menyantap ayam milik warga," paparnya. (nov/tyo)
Editor : Miko