BUTUH TAMBAHAN LAHAN: Kendaraan parkir di depan IGD RSUD Nganjuk kemarin. RSUD Nganjuk menyiapkan tiga opsi untuk membangun gedung baru agar pelayanan kesehatan pada masyarakat maksimal.
Rencana Terbaru Pembangunan RSUD Nganjuk
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Rumah Sakit Daerah (RSD) Nganjuk berusaha keras mencari opsi yang pas untuk memaksimalkan pelayanan. Setelah mengajukan dua pilihan memperluas lahan yaitu menggunakan Gedung Juang 45 Nganjuk dan lahan area Taman Pandan Wilis, RSD Nganjuk menyiapkan plan terakhir. Yaitu, membangun gedung baru di lokasi lama. “Skema terakhir kami jika nanti di Gedung Juang 45 Nganjuk atau area Taman Pandan Wilis tidak deal maka kami akan optimalkan lahan di RSD Nganjuk,” ungkap dr Tien Farida Yani, Direktur RSD Nganjuk yang dimutasi menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk pada 31 Juli 2025.
Menurut dr Tien, tiga skema itu ada plus dan minusnya masing-masing. Skema pertama dengan menggusur Gedung Juang 45 Nganjuk, nilai plusnya adalah pembangunan tidak akan memakan dana yang terlalu besar. Karena bangunan lama RSUD Nganjuk tidak perlu dibongkar. Hanya, butuh membangun gedung baru di Gedung Juang 45 Nganjuk. Lokasinya juga berbatasan. Jadi, tidak akan merepotkan. “Minusnya hanya rawan macet karena berada jalur padat lalu lintasnya,” ujarnya.
Untuk skema kedua di area Taman Pandan Wilis, kepala dinkes berhijab ini, minusnya ada di anggaran. Butuh dana minimal Rp 500 miliar untuk membangun RSUD Nganjuk di sana. Kemudian, harus memindah peralatan canggih di RSUD Nganjuk ke rumah sakit baru di sana. “Plusnya, lokasi di Taman Pandan Wilis itu dekat dengan Exit Tol Begadung dan tidak macet,” imbuhnya.
Sedangkan, untuk pengoptimalan RSUD Nganjuk dengan membangun gedung baru di lokasi lama, minusnya adalah pelayanan kesehatan akan terganggu. Pembongkaran ruangan akan dilakukan. Otomatis, tidak ada pendapatan selama pembangunan berlangsung. Kemudian, luas lahan yang dimiliki tetap tidak standar rumah sakit tipe B. Perlu diketahui, lahan RSUD Nganjuk hanya 2,6 hektare. Sedangkan, minimal lahan untuk RS tipe B adalah 5 hektare.
Positifnya, dr Tien mengatakan, pembangunan gedung baru di RSUD Nganjuk tidak membutuhkan anggaran besar. Untuk bangunan tujuh lantai yang direncanakan agar bisa meningkatkan pelayanan masyarakat, butuh dana Rp 120 miliar. Agar tidak membebani Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk, bisa dianggarkan secara bertahap. “Tiga opsi ini yang kami sampaikan ke Pak Bupati Marhaen dan Wabup Mas Handy,” ungkapnya.
Sementara itu, Bupati Marhaen Djumadi enggan berkomentar banyak terkait rencana pembangunan gedung baru RSUD Nganjuk. “Nanti akan dibahas,” ujarnya. (wib/tyo)