MUTASI BESAR-BESARAN: Bupati Marhaen melantik 21 pejabat eselon II. Empat kepala OPD masih kosong.
Bupati Segera Tunjuk Plt untuk Bahas PAK APBD
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Empat organisasi perangkat daerah (OPD) tidak memiliki pemimpin definitif. Padahal, Bupati Marhaen Djumadi telah melakukan mutasi besar-besaran pejabat eselon II, III, dan IV selama dua hari berturut-turut. Empat OPD yang kosong tersebut adalah Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM),
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), dan Direktur RSUD Nganjuk. “Empat OPD yang belum memiliki kepala itu menjadi pekerjaan rumah (PR) besar,” ungkap Marhaen.
Menurut orang nomor satu di Pemkab Nganjuk, dia akan menunjuk pelaksana tugas (plt) untuk empat kepala OPD tersebut. Karena saat initim anggaran Pemkab Nganjuk bersama badan anggaran DPRD Nganjuk sedang membahas tentang perubahan anggaran keuangan (PAK) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Nganjuk tahun 2025. Harapannya, dengan jabatan yang telah terisi Plt, empat OPD tersebut dapat kembali berjalan normal. “Jangan sampai kosong terlalu lama nanti mengganggu jalannya pemerintahan Nganjuk,” tambahnya.
Sayang, hingga kemarin, Marhaen belum memberi bocoran siapa nama yang akan mengisi jabatan tersebut. Meski demikian Marhaen memastikan posisi tersebut akan diisi oleh orang-orang yang kompeten di bidangnya. “Kami akan siapkan orang-orang terbaik untuk mengisi jabatan tersebut. Biar langsung nyetel dan sat set,” tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi b memutasi sebanyak 21 pejabat eselon II dan 52 pejabat eselon III dan IV. Mutasi itu dilakukan dalam ajang penyegarab di tubuh Pemkab Nganjuk. Marhaen berharap mutasi tersebut dapat menjadi ajang untuk transfer ilmu antar OPD.
Selain itu, Marhaen juga mengimbau kepada pejabat baru untuk sat set. Karena nantinya akan ada evaluasi selama enam bulan ke depan. Jika kepala OPD dianggap kurang berprestasi, maka Marhaen tak akan sungkan untuk kembali memutasi kepala OPD tersebut. (wib/tyo)