NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tidak semua kendaraan operasional yang dilelang Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk laku. Hingga hari terakhir pendaftaran lelang, masih ada empat kendaraan yang tak laku dilelang. “Salah satu yang tidak laku itu ambulans,” ujar Kepala BPKAD Nganjuk Diah Puspita Rini.
Sebenarnya, ambulans tersebut dilelang dengan harga sangat murah. Yaitu, Rp 9,3 juta. Karena kondisinya tidak layak. Bodi ambulans penyok karena mengalami kecelakaan. Kemudian, kondisinya sudah memprihatinkan. “Tidak ada peminatnya,” ujar Diah.
Selain ambulans, dump truk, dan dua mobil juga tidak laku. Kondisi kendaraan itu sama dengan ambulans. Rusak parah. Karena itu harga lelang juga sangat murah. “Nanti akan kami lelang lagi jika tidak laku di lelang ini,” ujar Diah.
Lebih jauh, mantan Plt Kepala Dinas Arpus Nganjuk ini mengatakan, proses lelang dilakukan secara online menggunakan sistem dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Madiun. Harga lelang yang menentukan juga KPKNL. Total kendaraan yang dilelang sebanyak 11 kendaraan roda empat, satu dump truk, empat sepeda motor, satu bulldozer, dan beberapa barang inventaris yang dijual dalam satu paket. Seluruh barang tersebut akan dilelang dengan total nilai minimal mencapai Rp 357 juta.
Diah mengatakan, pemenang lelang nanti yang menentukan juga KPKNL. BPKAD hanya menerima hasilnya. Uang dari lelang tersebut akan masuk ke kas daerah (kasda). Menjadi sumber pendapatan asli daerah (PAD) untuk digunakan membangun Kabupaten Nganjuk.
Sayang, berapa besarnya pendapatan yang diperoleh dari lelang kendaraan tersebut belum bisa dipastikan. Karena kemarin masih batas terakhir pendaftaran peserta lelang. Namun demikian, diperkirakan uang yang didapat mencapai ratusan juta. Sebab, kendaraan yang tidak laku di lelang kali ini hanya empat unit dengan nominal harga yang kecil. (wib/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis