NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Nganjuk tidak hanya berjibaku memadamkan api. Dalam sebulan terakhir, mereka juga disibukkan dengan beragam permintaan warga untuk mengevakuasi hewan liar yang masuk rumah.
Jumlahnya banyak, yakni 85 kasus. Berdasarkan data rekapitulasi Damkarmat Nganjuk, laporan yang masuk ke Pos Damkar Nganjuk yang tersebar di hampir seluruh kecamatan, hewan yang dievakuasi mulai dari ular piton, ular kobra, biawak, tokek, musang, hingga kucing.
Baca Juga: Petugas Damkarmat Nganjuk Bakar Lima Sarang Tawon Vespa
“Semua jenis penyelamatan non-kebakaran juga menjadi tugas damkarmat, termasuk evakuasi hewan liar,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Dari 85 kasus tersebut, ular menjadi laporan terbanyak yang dievakuasi. Jenisnya beragam, mulai dari ular sanca kembang yang panjangnya mencapai 4 meter, hingga ular kobra yang mematikan. Beberapa ditemukan di kamar mandi, gudang, dapur bahkan didalam lemari.
Selain ular, keberadaan biawak dan musang juga kerap bikin warga heboh. Ada yang berkeliaran di halaman rumah, ada pula yang menyelinap ke gudang toko sepatu di jalan Ahmad Yani Nganjuk. Sementara itu, kucing yang terjebak di genteng atau terjepit juga tak jarang membuat pemiliknya panik hingga melapor ke Damkarmat Nganjuk.
Baca Juga: Terkunci, Damkarmat Jadi Solusi Mbak Sri
Evakuasi tidak selalu berlangsung mulus. Untuk ular, petugas harus mengenakan alat pelindung diri lengkap, termasuk penjepit khusus. Sedangkan, kucing atau musang yang ketakutan cenderung agresif, sehingga petugas harus berhati-hati agar tidak tergigit atau tercakar. “Kami mengimbau warga tetap tenang jika menemukan hewan liar. Jangan mencoba menangkap sendiri, apalagi jika beracun,” pesan Imam.
Petugas Damkarmat Nganjuk yang tersebar di lima pos siap siaga 24 jam menerima laporan. Respons cepat menjadi kunci keberhasilan mereka.
Imam mengatakan, banyaknya evakuasi hewan liar ini diperkirakan karena perubahan cuaca dan alih fungsi lahan. Hujan dan panas yang silih berganti membuat beberapa hewan mencari tempat yang lebih hangat atau sumber makanan di area pemukiman. (nov/tyo)
Editor : Miko