NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Penyaluran Bantuan Subsidi Upah (BSU) di Kabupaten Nganjuk memasuki babak akhir. Hari ini (12/8) menjadi batas terakhir pencairan. Namun, data di Kantor Pos Nganjuk masih mencatat sekitar 496 penerima BSU belum mengambil haknya. Petugas pun tak tinggal diam. Sejak sepekan terakhir, strategi jemput bola kembali diterapkan.
Petugas Kantor Pos mendatangi rumah penerima BSU dan perusahaan tempat mereka bekerja. Namun, fakta mengejutkan terjadi. “Ada calon penerima BSU yang sudah meninggal dunia dan ada yang sudah resign dari perusahaan,” ungkap Marketing Supervisor Kantor Pos Nganjuk Dedi Purwanto.
Kondisi itu otomatis membuat dana BSU tersebut tidak bisa dicairkan kepada keluarga ataupun yang bersangkutan karena sudah tidak memenuhi syarat.
Meski begitu, perburuan data dan jemput bola tetap dilakukan demi meminimalkan jumlah BSU yang tidak tersalurkan. “Jadi tidak hanya pelayanan loket saja, tetapi kami juga terus melakukan jemput bola,” ungkap Dedi.
Baca Juga: Kantor Pos Jemput Bola untuk Salurkan BSU
Di sisi lain, antrean di loket Kantor Pos Nganjuk masih terlihat sepi sejak pagi. Beberapa orang yang datang hanya menanyakan ke petugas terkait apakah dirinya masuk ke dalam daftar penerima BSU atau tidak.
Sayangnya, meski upaya ekstra dilakukan, ratusan penerima belum mencairkan BSU. Sesuai prosedur, dana bantuan yang tidak tersalurkan akan dikembalikan ke negara.
Berdasarkan data dari Kantor Pos Nganjuk, total nilai bantuan yang tidak tersalurkan mencapai Rp 297.600.000. Dana tersebut kini harus dikembalikan negara sesuai dengan mekanisme yang berlaku. Total penerima BSU di Nganjuk tahun ini sebanyak 16.924 orang. Dari jumlah itu, yang berhasil mengambil hingga batas waktu terakhir sebanyak 16.428 orang. “Masih ada 496 penerima BSU yang belum mencairkan bantuan hingga siang ini,” ujar Dedi kemarin. (nov/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis