BPKAD Nganjuk Segera Lelang Ulang Ambulans Rongsok, Harga Bakal Diturunkan
Novanda Nirwana• Kamis, 28 Agustus 2025 | 14:00 WIB
SEGERA DILELANG: Ambulans yang tidak laku dilelang pertama akan kembali dilelang BPKAD Nganjuk.
Turunkan Harga untuk Tarik Peminat
NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Nganjuk akan lelang kendaraan dinas lagi. Kendaraan yang akan dilelang itu merupakan kendaraan yang tidak laku saat lelang beberapa waktu lalu. Salah satunya adalah ambulans rongsok. Karena saat dilelang dengan harga Rp 9,38 juta, tidak ada yang menawar.
Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Nganjuk Dyah Puspita Rini melalui Kabid Pengelolaan Barang Milik Daerah Samsul Hadi mengatakan, selain ambulans, ada dua unit kendaraan yang belum laku pada lelang sebelumnya.
Yakni, satu unit truk dan satu mobil operasional BPBD. Kondisinya sama dengan ambulans. Yaitu, rongsok. Ketiganya akan kembali dimasukkan daftar lelang tahap ketiga. “Akan kami jadikan satu dengan lelang yang ketiga untuk kendaraan yang tidak laku,” ujarnya.
Menurut Samsul, penyebab tidak lakunya sejumlah kendaraan tersebut salah satunya adalah harga yang dianggap terlalu tinggi oleh masyarakat. Sehingga, nantinya, pihaknya akan menurunkan harga tersebut. "Kemungkinan harga dasar lelang masih dianggap terlalu tinggi. Jadi, mungkin nanti akan diturunkan harganya,” paparnya.
Sejauh ini, BPKAD telah menggelar dua kali lelang kendaraan dinas di tahun 2025. Agenda lelang ketiga saat ini masih menunggu persetujuan dari Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. “Mudah-mudahan minggu depansudah bisa turun persetujuannya,” tambahnya.
Pada lelang ketiga nanti, aset yang akan dilelang meliputi tiga kendaraan yang belum laku pada lelang sebelumnya serta tambahan inventaris baru yang masuk sekitar dua bulan lalu. Dengan begitu, daftar kendaraan yang akan dilelang lebih beragam.
Harapannya bisa menarik lebih banyak peminat. “Yang ketiga nanti akan kami satukan kendaraan yang sebelumnya tidak laku dan inventaris baru. Harapannya, semua bisa terjual sehingga tidak ada lagi kendaraan mangkrak di gudang aset,” pungkasnya. (nov/tyo)