NGANJUK, JP Radar Nganjuk - Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 yang diprediksi rampung Oktober tak membuat Bupati Marhaen Djumadi waswas. Karena waktu 2,5 bulan dianggap cukup untuk penyerapan anggaran. “Pemkab Nganjuk tidak ada masalah. Alasannya karena anggaran yang kena PAK tidak terlalu besar,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Marhaen menyebut, APBD Kabupaten Nganjuk di tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Akibat ada efisiensi, APBD Nganjuk turun drastis. Ternyata hal itu juga berpengaruh dengan PAK yang sedang akan dibahas oleh DPRD Nganjuk.
Baca Juga: Fakta Baru Affan, Driver Ojol Tewas Dilindas Rantis: Putus Sekolah demi Nafkahi Keluarga
Marhaen menyebut jika anggaran yang dibahas di PAK APBD 2025 tidak begitu besar. Bahkan Marhaen optimis realisasi anggaran dapat maksimal hanya dalam waktu dua setengah bulan saja. “Karena anggaran kecil, kemungkinan realisasi anggaran akan maksimal. Tidak ada anggaran yang mengendap,” tambahnya.
Namun meski anggaran kecil, Marhaen juga tak mau proses pembahasan PAK APBD 2025 berlarut-larut. Dirinya ingin PAK APBD 2025 dapat segera rampung secepatnya. Dengan itu masyarakat dapat merasakan pembangunan dari APBD. “Lebih cepat juga akan lebih baik. Harus sat set,” tambahnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, PAK APBD tahun ini dipastikan akan lebih lama dibanding tahun lalu. Jika di tahun lalu PAK rampung pada Agustus, di tahun ini PAK diprediksi baru rampung Oktober.
Baca Juga: Pemkab Nganjuk Tak Usulkan Honorer R5 Jadi PPPK Paruh Waktu, Ini Alasannya
Hal itu dikonfirmasi langsung oleh Ketua DPRD Nganjuk Tatit Heru Tjahjono. Menurutnya pembahasan PAK APBD 2025 mendekati akhir tahun sebagai hal yang wajar.
Diprediksi realisasi APBD hasil PAK baru akan bisa digunakan minggu ketiga atau keempat Oktober. Meski hanya menyisakan dua bulan, Tatit optimis penyerapan anggaran tetap dapat maksimal. (wib/tyo)
Editor : Miko