NGANJUK, JP Radar Kediri- Nasih berbeda dialami rumah Eko Patrio. Jika rumah anggota DPR RI di Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur dirusak dan dijarah massa, rumah Eko yang berada di Desa Kampungbaru, Kecamatan Tanjunganom, aman. Pagar rumah terkunci rapat. Tidak ada aktivitas di rumah tersebut. “Pulangnya Eko Patrio itu cuma satu tahun sekali,” ujar Sukerno, ketua RT setempat.
Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, Sukerno menjelaskan bahwa anggota DPR RI itu jarang pulang kampung. Biasanya dia pulang kampung ketika ziarah makam kakek dan nenek dari pihak ibunya. “Kalau ke sini cuma sebentar cuma setengah hari,” imbuhnya.
Baca Juga: Saksi Curiga Penjarah Rumah Sri Mulyani Punya Pola, Ada Aba-aba Kembang Api
Tidak heran jika rumah yang dibangun di tanah warisan dari ibunya itu selalu terlihat sepi. Pintu gerbang nan tinggi menjulang ini sering terlihat tertutup. Lampu terasnya juga menyala meski siang hari.
Setelah rumah yang berada di Jakarta Timur viral. Beberapa hari ini banyak orang yang berseliweran di rumah laki-laki kelahiran Tanjunganom. Bahkan ada yang membuat konten dan dimasukan ke media sosial. Meski begitu tidak ada tanda penjagaan di rumah tersebut. Anggota polisi juga tidak terlihat berjaga atau berpatroli di rumah bercat putih tersebut. “Tidak ada penjagaan, biasa -biasa saja,” kata Sukerno.
Meski rumahnya hanya berjarak tiga rumah dari rumah Eko. Sukerno mengaku terakhir melihat Eko ketika sedang kampanye untuk menjadi anggota DPR RI. Setelah itu, dia tidak pernah bertemu tatap muka. “Kalau pulang ke sini selalu dadakan dan tidak lama, tidak ada orang yang tahu,” sambung Sumiasih, tetangga Eko. (ara/tyo)
Editor : Miko