Novanda Nirwana• Rabu, 3 September 2025 | 02:00 WIB
PADAMKAN API: Petugas Damkarmat menyemprot si jago merah yang melalap rumpun bambu di Pace Wetan, Pace.
Damkarmat Nganjuk Berhasil Mengevakuasi tanpa Korban Jiwa
NGANJUK, JP Radar Nganjuk– Semalam petugas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk harus berjibaku menangani dua kejadian berbeda. Kebakaran rumpun bambu di Desa Pace Wetan, Kecamatan Pace dan evakuasi sarang tawon vespa affenis di Desa Nglaban, Kecamatan Loceret.
Kejadian pertama dilaporkan sekitar pukul 19.30 WIB. Rumpun bambu milik Heru Sancoko, 43, terbakar akibat pembakaran sampah yang ditinggalkan tanpa pengawasan.
Awalnya salah seorang Warga Pace Wetan membakar dahan kering di dekat makam yang berdekatan dengan rumpun bambu. Saat api diduga sudah padam, dia meninggalkan tempat pembakaran sampah.
Tiba-tiba api kembali berkobar saat tertiup angin. Lalu, menjalar ke rumpun bambu. Api pun berkobar. Perangkat desa segera melapor ke call center Damkarmat. Armada 07 Pos Bantu Pace dikerahkan dan tiba di lokasi pukul 19.38 WIB. “Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.10 WIB,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan Kabupaten Nganjuk, Imam Ashari.
Beruntung, tidak ada korban jiwa. Kerugian materi hanya berupa rumpun bambu yang habis terbakar. Laporan kedua masuk pukul 21.10 WIB. Kali ini warga Desa Nglaban, Kecamatan Loceret, melaporkan adanya sarang tawon vespa affenis berukuran besar yang menempel di atap teras rumah Winarto, 44, warga setempat.
Petugas siaga 1 Mako Damkarmat Nganjuk langsung diterjunkan menggunakan mobil operasional Fire Commander. Operasi dilakukan sekitar pukul 21.20 WIB. Evakuasiberjalan lancar dan aman. “Kami mengimbau warga segera melapor jika menemukan sarang tawon karena berbahaya bagi keselamatan,” ujar Imam. (nov/tyo)