Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Ternyata 60 Persen Pelajar Di Nganjuk Belum Layak Mendapat SIM. Begini Penjelasannya

Novanda Nirwana • Kamis, 4 September 2025 | 14:00 WIB

MAYORITAS GAGAL: Pemohon SIM C di kalangan pelajar gagal saat ujian praktik. Polisi minta ortu waspada.
MAYORITAS GAGAL: Pemohon SIM C di kalangan pelajar gagal saat ujian praktik. Polisi minta ortu waspada.

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Tingkat kelulusan ujian praktik Surat Izin Mengemudi (SIM) C bagi pelajar SMA di Kabupaten Nganjuk sangat rendah. Dari total puluhan pelajar yang mengikuti ujian massal di halaman Satlantas Polres Nganjuk, 60 persen dinyatakan tidak lulus.

Pelaksanaan ujian ini digelar secara khusus setiap Rabu sore pukul 13.30 hingga 16.00 WIB. Satlantas sengaja memilih waktu sore untuk menghindari benturan dengan jam sekolah agar para pelajar tidak perlu bolos. 

“Kita buka khusus sore hari karena pagi mereka di sekolah. Tujuannya mempermudah pelajar yang sudah cukup umur untuk mendapatkan SIM C,” jelas KRI (Kanit Regident) Satlantas Polres Nganjuk Iptu Hendrarto. 

Dalam sehari, ujian massal tersebut diikuti puluhan pelajar SMA dari berbagai sekolah di Kabupaten Nganjuk. Proses ujian tetap mengacu pada standar nasional, yakni meliputi tes teori hingga praktik mengemudi sepeda motor di lapangan uji.

Namun, hasilnya menunjukkan sebagian besar pelajar belum siap. “Banyak yang tidak belajar sebelumnya. Selain itu, siswa lebih sering bercanda dengan temannya sehingga tidak fokus saat ujian,” terang Hendrarto. 

Baca Juga: Polres Nganjuk Gelar Layanan SIM Gratis & Doorprize di CFD, Warga Serbu Lokasi

Kondisi itu membuat sebagian besar peserta gagal melewati tahap ujian praktik yang menguji keterampilan dasar mengendarai motor, mulai dari keseimbangan, zig-zag, hingga rem mendadak.

Hendarto menjelaskan, layanan khusus SIM pelajar bukan hanya mempermudah, melainkan juga mendidik agar para pengendara lebih tertib. Menurutnya, pelajar yang sudah cukup umur perlu melalui prosedur resmi agar benar-benar paham aturan lalu lintas.  "Semakin banyak siswa yang bisa lulus ujian dan berkendara dengan legal sekaligus aman di jalan raya," jelasnya. 

Satlantas juga mengingatkan peran orang tua agar tidak tergesa-gesa memberikan kendaraan bermotor kepada anak yang belum cukup umur atau belum memiliki SIM.  “Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Jangan sampai anak dibiarkan membawa motor tanpa bekal kemampuan dan kelengkapan yang sah,” pungkasnya. (nov/tyo)

Editor : Jauhar Yohanis
#ujian sim #Tidak Lulus