Habibah Anisa M.• Minggu, 7 September 2025 | 20:00 WIB
SEPI: Pengunjung Sri Tanjung Wisata Tirta sedang berenang. Kolam renang ini ramai saat Minggu.
Melihat Kolam Renang Sri Tanjung Wisata Tirta Milik Pemkab
Sri Tanjung Wisata Tirta adalah salah satu tempat wisata milik Pemerintah Kabupaten Nganjuk. Sayangnya, kondisinya saat ini tidakterawat. Pengunjung wisata kolam renang juga tidak banyak setiap hari. Hanya saat weekend saja.
HABIBAH A. MUKTIARA - Nganjuk, JP Radar Nganjuk
Siang itu jarum jam menunjukan pukul 11.00 WIB. Halaman luar yang sekaligus tempat parkir itu terlihat luang. Hanya beberapa kendaraan yang terparkir di sana.
Penjaga karcis terlihat berjaga di pintu masuk. “Kalau anak-anak Rp 8.500 dan dewasa Rp 10.500,” ujar Leni Purwati, petugas loket dan petugas kebersihan. Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, perempuan yang kerap disapa Leni ini mengatakan bahwa dari harga tiket yang dibayarkan. Rp 500 itu dibayarkan ke Jasa Raharja.“Kolam renang ini paling ramai ketika hari Jumat, Sabtu dan Minggu,” imbuhnya.Setiap harinya wisata kolam renang ini buka mulai pukul 05.00 WIB, dan tutup sekitar pukul 17.00 WIB.
Perempuan berusia 41 tahun ini menjelaskan bahwa jika pagi hari pukul 05.00 ada klub renang yang berlatih di sana. Mereka berlatih setiap hari Jumat, Sabtu dan Minggu. Peserta klubnya mulai dari tingkatan SD hingga SMA.
Setelah melewati pintu masuk, pandangan mata akan diperlihatkan tiga kolam renang yang dikelilingi pepohonan. Kondisi airnya sangat begitu jernih. Ada beberapa pengunjung sedang menikmati kesegaran air di tengah cuaca yang terik seperti ini.Beberapa pengunjung ada juga yang terlihat sedang duduk-duduk berteduh menikmati angin yang bertiup sepoi-sepoi. “Airnya jernih, sayang banyak fasilitas yang seharusnya dilakukan perbaikan,” terang Darmi, salah satu pengunjung Sri Tanjung Wisata Tirta.
Perempuan asal Kecamatan Loceret sedang menemani anaknya berusia empat tahun berenang. Menurut perempuan berusia 30 tahun ini di kolam renang anak di bagian perosotan kolam renang bagian catnya sudah banyak yang terkelupas. Selain itu juga ada yang bagian bawah yang mulai keropos. “Terus itu bagian bilas di luar sudah tidak bisa digunakan karena kerannya rusak,” imbuhnya
Darmi mengatakan sangat disayangkan jika tidak segera dilakukan perbaikan. Karena dari kolam renang sendiri kondisinya bagus. Dimana airnya selalu jernih dan bersih.
Hal sama juga dikatakan oleh Sandi salah satu pengunjung lainya. Laki-laki berusia 20 tahun ini mengatakan bahwa beberapa lantai di kolam renang dewasa ada yang hilang. “Lantai yang di kolam renang dewasa ada yang hilang,” kata Sandi.
Sementara itu Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Nganjuk Gunawan Widodo mengatakan bahwa pihaknya secara bertahap melakukan perbaikan dan peningkatan fasilitas yang ada di Sri Tanjung Wisata Tirta. “Kami pelan-pelan akan memperbaiki dan menambah fasilitas yang kurang,” ujarnya.
Gunawan mengatakan bahwa perbaikan dan peningkatan fasilitas di Sri Tanjung Wisata Tirta ini disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah. Pengerjaan ini sudah dilakukan pada tahun 2025 ini.
Perbaikan yang dilakukan adalah dengan mengganti atap bangunan sebelah barat. Bangunan itu digunakan kumpulnya untuk pelatih. Kondisi sebelumnya rusak, atap dan rangkanya sudah memet dan waktunya mengganti. “Perbaikan panggung yang ada di belakang, bulan ini mulai dikerjakan di september akhir,” imbuhnya.
Sedangkan untuk tahun 2026, yang dilakukan adalah mengganti keramik kolam renang dewasa. Tidak hanya mengganti yang bagian hilang. Namun dilakukan perbaikan keseluruhan pada kolam dengan ukuran 45 x 20 meter itu. “Karena keremaik ukuran 20x20 sudah tidak ada, agar tidak kesulitan pemasangan diganti dengan ukuran 25x25 semua,” kata Gunawan.
Kolam renang sudah ada sebelum tahun 2000. Dan kembali dikelola pemerintah Kabupaten Nganjuk sejak tahun 2019. Sebelumnya tahun 1999 hingga 2019 ini dikelola oleh swasta. Untuk menjaga kebersihannya, pengurasan kolam renang dilakukan satu minggu tiga kali. (tyo)