NGANJUK, JP Radar Nganjuk – Kebakaran kembali terjadi di Kabupaten Nganjuk. Dalam sehari, kebakaran terjadi di dua lokasi berbeda. Pertama, kandang milik Rubiati, 52, warga Dusun/Desa Gondanglegi, Kecamatan Prambon. Selang beberapa jam kemudian, kebakaran juga terjadi pada rumpun bambu di belakang rumah milik Sukidjo, 73, warga Desa Patranrejo, Kecamatan Brebek.
Peristiwa pertama dilaporkan pada Kamis (11/9) sekitar pukul 12.25 WIB. Api muncul setelah Rubiati membakar sampah di pekarangan rumahnya.
Saat itu, Rubiati meninggalkan rumah untuk menjemput anaknya. Tanpa disadari, api merambat ke daun pisang kering hingga menyambar kandang yang berada tak jauh dari lokasi pembakaran.
Tetangga yang melihat kobaran api berusaha memadamkan dengan peralatan seadanya. Namun, api terlanjur membesar hingga menghanguskan kandang. Laporan kemudian diteruskan ke Pos Bantu Damkarmat Tanjunganom. “Armada 05 bersama anggota siaga satu diterjunkan untuk menjinakkan api,” ujar Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Nganjuk Imam Ashari.
Pemadaman baru tuntas sekitar pukul 14.00 WIB. Beruntung, tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp 2 juta.
Usai kejadian di Prambon, laporan kedua masuk ke Mako Damkarmat Nganjuk pukul 14.37 WIB. Seorang warga Desa Patranrejo mendengar suara letusan bambu. Saat diperiksa, api sudah melalap rumpun bambu di belakang rumah Sukidjo. Tim damkarmat langsung dikerahkan dengan Armada 06. Pemadaman berlangsung cukup lama karena kondisi bambu kering dan angin yang berembus kencang. Api baru benar-benar padam sekitar pukul 17.10 WIB. “Dari hasil pemeriksaan di lapangan, kebakaran dipicu pembakaran sampah. Percikan api kemudian merembet ke rumpun bambu,” papar Imam.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, sedikitnya tiga dapur bambu milik Sukidjo hangus terbakar.Dalam dua peristiwa itu, petugas pemadam tidak hanya melakukan pemadaman, tetapi juga memberikan sosialisasi kepada warga. “Sekecil apapun api, jangan ditinggalkan. Angin kencang bisa membuat percikan kecil berubah jadi penyebab kebakaran,” pungkasnya. (nov/tyo)
Editor : Jauhar Yohanis