Berita Seputar Nganjuk Pendidikan Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya Video

Terapkan Buka Tutup di Jalan Sukomoro-Kecubung

Habibah Anisa M. • Jumat, 26 September 2025 | 20:39 WIB

HARUS BERGANTIAN: Pengendara sepeda motor menunggu truk yang akan melintas di Jalan Sukomoro-Kecubung. Perbaikan jalan tersebut kembali dilakukan.
HARUS BERGANTIAN: Pengendara sepeda motor menunggu truk yang akan melintas di Jalan Sukomoro-Kecubung. Perbaikan jalan tersebut kembali dilakukan.

Rekanan Kembali Lanjutkan Proyek

NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Perbaikan Jalan Sukomoro-Kecubung oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Nganjuk kembali dimulai. Pengerjaan ini sudah mulai dilakukan pada (24/9) lalu. “Perbaikan ruas Jalan Sukomoro-Kecubung dilanjutkan lagi,” terang Plt Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk Ony Supriyono melalui Kasubag Umum dan Kepegawaian Adi Agus.

Kepada wartawan Jawa Pos Radar Nganjuk, Adi menjelaskan bahwa kelanjutan perbaikan dan pemeliharaan Jalan Sukomoro-Kecubung ini untuk pengerjaan yang sebelah timur. Di mana dengan pekerjaan penghamparan Lapis Pondasi Agregat Kelas A (LPA). “Panjang jalan yang masih dalam penanganan 409 meter,” imbuhnya.

Jalan yang memiliki panjang 409 meter ini memiliki lebar lima meter. Dari lebar tersebut yang sudah dikerjakan ada 2,5 meter. Sehingga sisa yang belum dikerjakan dan saat ini sedang proses ada 2,5 meter.

Adi mengatakan, dalam pengerjaan pemeliharaan berkala jalan ini tidak ada penutupan jalan. Pengguna jalan masih dapat melewati jalan tersebut. Sebab selama pengerjaan hanya diberlakukan sistem buka tutup. Hanya saja agar proses pengerjaan agar sesuai dengan tenggat waktu, diharapkan untuk kendaraan muatan besar untuk melintas jalan lain. “Selama pengerjaan ada pengaturan lalu lintas yang dilakukan oleh penyedia,” ujarnya.

Sementara itu untuk diketahui, bahwa pemeliharaan berkala Jalan Sukomoro-Kecubung ini sudah dimulai sejak 18 Juli lalu. Proyek yang memakan anggaran 1.347.548.000 ini sempat istirahat selama 28 hari. Alasan kenapa ada jeda waktu istirahat. Hal tersebut bertujuan untuk memaksimalkan proses pengeringan beton.

Apalagi proses rigid yang dilakukan secara bertahap. Sehingga tingkat kekeringan setiap ruas jalan yang di rigid berbeda. Agar sama-sama kering sempurna maka diambil jeda selama 28 hari.

Dari pengamatan wartawan koran ini, Jalan Sukomoro- Kecubung ini merupakan jalur alternatif yang ramai. Pengendara yang melintas di sana tidak hanya warga setempat. Namun juga pelajar yang berangkat ke sekolah. (ara/tyo)

Editor : Karen Wibi
#sukomoro #Perbaikan #nganjuk #jalan