Berita Seputar Nganjuk Olahraga Opini Gaya Hidup Khazanah Seni & Budaya

Harga Ayam Naik, Pedagang Panik

Novanda Nirwana • Senin, 29 September 2025 | 21:17 WIB

SEPI PEMBELI: Pedagang ayam di Pasar Wage Nganjuk menata dagangannya. Harga ayam melonjak bikin sepi.
SEPI PEMBELI: Pedagang ayam di Pasar Wage Nganjuk menata dagangannya. Harga ayam melonjak bikin sepi.

NGANJUK, JP Radar ­Nganjuk– Harga ayam di pasar tradisional melonjak. Kemarin (28/9), harga ayam mencapai Rp 37 ribu per kilogram. Pedagang mengaku panik dengan kenaikan harga ayam. "Pembeli semakin sepi saat tahu harga ayam naik," keluh Sri Kalisih, 57, salah satu pedagang ayam di Pasar Wage.

Menurut Sri, harga ayam naik Rp 3 ribu per kilogram. Karena sebelumnya harga ayam masih berada di angka Rp 34 ribu. “Pasar jadi sepi, soalnya ayam mahal,” keluhnya saat ditemui di lapaknya.

Menurut Sri, kondisi itu jelas berdampak pada omzet harian. Jika pasar sedang ramai, ia bisa menjualsatu kuintal ayam.

Namun saat sepi, jumlah yang terjual bisa anjlok drastis. “Kalau sepi paling cuma 40 kilogram," ujar perempuan asal Cangkringan itu.

Setiap harinya, Sri mengambil ayam dari juragan yang ada di Kediri. Dia mengambil ayam masih dalam kondisi hidup. "Saya bersihkan sendiri ayamnya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Umi, 49, pedagang ayam yang juga berasal dari Cangkringan. Ia menyebut kenaikan harga sudah terasa sejak malam perayaan 17 Agustus lalu dan belum kembali normal hingga saat ini. “Sekarang Rp 37 ribu,” ungkapnya.

Pedagang berharap, pemerintah segera turun tangan menstabilkan harga. “Kalau terus naik, pembeli makin jarang. Kami pedagang kecil yang kena imbasnya,” pungkasnya.

Pedagang hanya bisa pasrah. Mereka tetap menjual meski margin keuntungan menipis. Di sisi lain, pembeli ikut mengeluh. Beberapa warga yang ditemui di area pasar mengaku harus mengurangi jumlah belanja. “Biasanya beli dua kilo, sekarang cuma satu kilo. Mahal soalnya,” ungkap Siti, 34, salah seorang pembeli asal Kecamatan Nganjuk. (nov/tyo)

Editor : Karen Wibi
#ayam #harga #naik #nganjuk #ekonomi