BERSEJARAH: Pegawai Disporabudpar Kabupaten Nganjuk melakukan ekskavasi di lokasi penemuan stegodon di Hutan Tritik, Kecamatan Rejoso kemarin.
Disporabudpar Langsung Lakukan Ekskavasi di Lokasi
NGANJUK, JP Radar Nganjuk- Fosil binatang purba kembali ditemukan di Desa Tritik, Kecamatan Rejoso. Kali ini fosil yang ditemukan adalah binatang bernama Stegodon. Sebuah binatang purba yang bentuknya mirip dengan gajah.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Nganjuk Gunawan Widagdo melalui Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Amin Fuadi mengatakan,
beberapa hari lalu, tim peneliti yang berasal dari Kabupaten Nganjuk kembali menemukan fosil binatang purba di Desa Tritik. “Tim peneliti kembali menemukan sebuah fosil binatang purba. Setelah diteliti ternyata binatang tersebut adalah Stegodon,” ujarnya kepada wartawan koran ini.
Setelah ditemukan, tim dari Disporabudpar Kabupaten Nganjuk langsung terjun ke lokasi. Proses ekskavasi mulai dilakukan kemarin (15/10). Ekskavasi fosil itupun dilakukan. Karena menurut Amin, fosil stegodon kali ini berbeda dari yang sebelum-sebelumnya. Salah satunya karena fosil ditemukan dalam kondisi lengkap. “Sebelumnya fosil hanya ditemukan dalam bentuk bagian-bagian saja. Namun kali ini fosilnya nyaris lengkap,” imbuhnya sembari mengatakan ekskavasi akan dilakukan selama 10 hari.
Amin mengatakan, pihaknya berharap, fosil tersebut benar-benar utuh. Karena jika utuh, maka penemuan tersebut akan menjadi sejarah penemuan fosil stegodon terlengkap. Tidak hanya di Nganjuk, melainkan juga di Indonesia.
Bahkan, menurut Amin, proses ekskavasi fosil stegodon tersebut juga menjadi perhatian dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Harapannya, jika benar fosil tersebut lengkap, maka fosil tersebut dapat dipamerkan di Museum Nasional Indonesia. “Semoga tidak ada kendala dalam proses ekskavasi,” tandasnya.
Perlu diketahui, stegodon adalah binatang purba yang hidup ribuan tahun lalu. Binatang tersebut memiliki bentuk yang nyaris sama dengan gajah saat ini. Namun diketahui, binatang yang juga memiliki gading itu memiliki garis keturunan yang cukup jauh dengan gajah. (wib/tyo)